TERASBATAM.ID – Kualitas udara di Kota Batam masih berada dalam kategori tidak sehat akibat sebaran kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Berdasarkan pantauan langsung dari video yang diambil di wilayah perairan Batam, Sabtu (10/10/2026) pagi, kabut asap tipis berwarna putih kelabu tampak jelas menyelimuti laut. Kondisi ini terlihat dari kapal-kapal feri serta perahu nelayan yang melintasi perairan tersebut menembus jarak pandang yang terbatas. Pemandangan daratan pulau-pulau di seberang hingga kapal-kapal yang berlabuh pun hanya terlihat samar-samar.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 di Batam berada di angka 99,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini tergolong tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Forecaster BMKG Hang Nadim , menjelaskan bahwa asap yang melanda Kepulauan Riau terbawa oleh angin dari arah tenggara hingga barat daya menuju ke arah barat laut hingga timur laut. Selama sumber kebakaran hutan di pulau tetangga belum padam, potensi paparan asap di perairan maupun daratan Batam diprediksi masih akan berlanjut.
BMKG mengimbau warga Batam untuk membatasi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker guna mengurangi risiko paparan polusi udara.


