TERASBATAM.ID – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, merangkul ratusan tokoh agama yang tergabung dalam Persatuan Mubaligh Batam (PMB), Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), dan Badan Musyawarah Guru Al-Qur’an (BMGQ) untuk bersama-sama mengawal serta mendukung penanganan persoalan prioritas daerah, khususnya ketersediaan air baku, pengelolaan sampah, dan banjir.
Dukungan dan sinergi dari para ulama serta ustadz tersebut digalang dalam ajang silaturahmi yang berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Bukit Senyum, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan ini dihadiri oleh ratusan perwakilan dari tiga kecamatan:
- Kecamatan Batu Ampar: 31 anggota PMB, 262 anggota BMGQ, dan 55 anggota IPIM.
- Kecamatan Bengkong: 65 anggota PMB, 398 anggota BMGQ, dan 137 anggota IPIM.
- Kecamatan Lubuk Baja: 41 anggota PMB, 159 anggota BMGQ, dan 63 anggota IPIM.
Dalam kesempatan itu, Amsakar secara terbuka membeberkan kondisi ketersediaan air baku Batam yang terdampak fenomena cuaca El Niño. Penurunan debit air terjadi di tujuh waduk operasional dari total delapan waduk yang ada.
“Nama bencananya itu bagus pula, El Niño. Kering. Waduk kita delapan, tujuh yang operasional. Rata-rata di setiap waduk mengalami penurunan debit air. Sekarang saya rapat dua-tiga kali dengan tim lengkap supaya membuat roadmap bagaimana cara mendatangkan air baku masuk Batam,” ungkap Amsakar.
Ia juga meluruskan isu liar di tengah masyarakat yang mengaitkan krisis air dengan masuknya investasi baru. Menurutnya, perusahaan-perusahaan baru tersebut masih dalam tahap konstruksi gedung dan instalasi, sehingga belum menyedot pasokan air baku.
Mengingat peran strategis pemuka agama di tengah masyarakat, Amsakar meminta bantuan para mubaligh, imam masjid, dan guru Al-Qur’an untuk ikut meluruskan informasi yang keliru dan membangun narasi positif di lingkungan warga.
“Ayolah kita kecilkan cerita-cerita yang kontraproduktif itu karena Batam membutuhkan energi bersama yang sifatnya saling memperkuat,” ajaknya.
Selain isu air, Amsakar mengingatkan jajarannya untuk menjaga konsistensi program prioritas lain, seperti pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik.
Menutup pertemuannya, Amsakar secara khusus memohon doa dari para tokoh agama agar Pemko Batam diberi kemudahan dan perlindungan dalam merealisasikan 15 program prioritas, terutama dalam mengatasi tiga fokus utama: air, sampah, dan banjir.
“Saya mohon tiga hal itu karena gampang membuat orang tergelincir, tapi kalau sudah didoakan, mudah-mudahan kami dijaga oleh Allah SWT,” pungkasnya.


