TERASBATAM.ID — Keluhan krisis air bersih kembali dialami warga di kawasan Baloi dan sekitarnya. Aliran air perpipaan dilaporkan mengecil hingga mati total sejak beberapa hari terakhir tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pihak pengelola.
Gangguan distribusi air bersih ini dirasakan langsung oleh warga Perumahan Baloi Paradise, Anggrek Permai, dan kawasan permukiman sekitarnya di Kecamatan Lubuk Baja, Batam.
Salah seorang warga Perumahan Baloi Paradise mengaku aliran air di rumahnya sempat mengecil selama beberapa hari sebelum akhirnya mati total sepanjang hari. Warga mengeluhkan ketiadaan informasi dan memohon bantuan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kondisi serupa dialami warga Perumahan Anggrek Permai. Kendati aliran air sempat mengalir kembali, debitnya sangat kecil dan jadwal pengalirannya tidak menentu.
“Sudah berjalan 3 sampai 4 hari ini air yang mengalir kecil sekali, tidak seperti biasanya. Hampir satu kompleks mengalami hal yang sama, tetapi tidak ada info pemberitahuan,” ujar Toni, salah seorang pelanggan di Perumahan Anggrek Permai.
Krisis air bersih ini juga memicu keluhan massal dari warga di grup-grup komunikasi warga. Mereka menyayangkan masalah klasik seperti krisis air bersih dan listrik padam yang terus berulang di Kota Batam dari tahun ke tahun.
Laporan gangguan tersebut telah diteruskan ke pusat layanan pelanggan (call center) dan mendapatkan tiket penanganan nomor 2026092161. Petugas call center menyatakan laporan telah diterima untuk ditindaklanjuti oleh tim teknis di lapangan.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano berjanji akan segera mengecek penyebab terhentinya pasokan air bersih ke kawasan Baloi Paradise, Anggrek Permai, dan sekitarnya.
“Saya cek dulu,” ujar Denny singkat saat merespon keluhan warga. (*)


