Kepri  

Zakat di Kepri Capai Rp7,1 Miliar, Baznas: Masih Jauh dari Target

TERASBATAM.ID: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi penerimaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayahnya baru mencapai Rp7,1 miliar. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp13 miliar untuk tahun 2024.

Kepala Baznas Kepri, Arusman Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai target ZIS, seperti membuka konter-konter pelayanan pembayaran zakat di pusat keramaian seperti mal, pelabuhan, dan bandara. Hal ini bertujuan untuk memudahkan umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat mereka.

Meskipun baru mencapai Rp7,1 miliar, Baznas Kepri telah menyalurkan sekitar Rp3 miliar kepada mustahik atau orang-orang yang berhak menerima zakat di Kepri. Penyaluran ini dilakukan melalui program beasiswa, kesehatan, Kepri Peduli, bantuan bencana, dan guru ngaji.

Arusman mengimbau masyarakat agar dapat membayar zakat melalui lembaga amil zakat resmi seperti Baznas, sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

“Dari Rp7,1 miliar yang terkumpul, sekitar 80 persen, hampir semua dari zakat profesi, perusahaan, bank juga,” kata Arusman, Sabtu (06/07/2024).

Sebelumnya, Baznas Kepri mencatat capaian yang positif dalam pengumpulan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) di tahun 2023. Terjadi peningkatan sebesar 113 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp9,3 miliar.

“Kontribusi terbesar datang dari dana zakat maal perorangan yang menyumbang sekitar 90 persen atau Rp8,4 miliar dari total dana ZIS yang terkumpul tahun 2023,” kata Arusman.

Meskipun menunjukkan tren positif, Baznas Kepri terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga resmi. Dengan demikian, dana zakat dapat dikelola secara transparan dan akuntabel, dan tepat sasaran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

[Laporan : RMA]