Warga di Anambas Temukan 1,5 Kilogram Kokain di Pantai

TERASBATAM.ID: Seorang warga di Kabupaten Anambas menemukan 1,5 Kilogram narkotika jenis kokain di pantai. Penemuan tersebut diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi menduga kokain tersebut berasal dari negara luar yang masuk melalui Kepri.

Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Irjen Pol Tabana Bangun dalam konferensi pers di Markas Polda Kepri, Senin (15/05/2023) mengatakan, petugas kepolisian telah menerima temuan 1,5 kilogram kokain di salah satu pantai di Pulau Anambas, dekat dengan Natuna.

“kokain ini sudah dilakukan pemeriksaan melalui laboratoium dan sudah dipastikan dalam golongan narkotika, memang sebelumnya kita temukan kokain di tempat yang sama, tetapi apakah ini sama dan identic dengan temuan sebelumnya kita masih memerlukan pendalaman,” kata Tabana.

Menurut Tabana, kokain tersebut masuk dalam kategori barang temuan oleh masyarakat, dan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada warga yang begitu setelah mendapatkan kokain itu di salah satu pantai di Anambas diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

“Berat kokain ini 1,5 Kilogram, untuk kokain ini belum kita ketahui apakah telah beredar di masyarakat, tetapi ini barang temuan dan belum dipakai sepertinya,” kata Tabana.

Namun Tabana tidak menyebutkan data dari masyarakat yang menemukan kokain tersebut. Seorang menemukan kokain pada 30 April 2022 lalu di Desa Kuala Maras, Jemaja Timur, Anambas. Kepulauan Anambas ini sebelumnya masuk dalam wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

“Adanya peredaran narkotika dari luar itu karena letak geografis kita memang berdekatan dengan laut lepas, masuknya sangat strategis, dan Kepri menjadi daerah pertama, terutama pulau-pulau yang sedikit pengawasan oleh aparat. Itulah mungkin yang dimanfaatkan  oleh jaringan pelaku peredaran narkotika melalui Kepri ini,” kata Tabana.

Polisi sebelumnya juga telah menerima di sekitar wilayah Anambas temuan Kokain sejak Juli 2022 lalu, terakhir pada 26 Desember 2022 lalu sebanyak 8 bungkus dengan berat 8 Kilogram. Temuan tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan diperoleh hasil bahwa seluruhnya kokain.