TERASBATAM.ID – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan akan segera bernegosiasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait rencana renovasi total Asrama Haji Batam Centre. Langkah ini diambil untuk mencegah gangguan serius pada penyelenggaraan ibadah haji 2026, mengingat Batam merupakan salah satu dari 13 embarkasi haji strategis di Indonesia.
“Oya soal Asrama Haji Batam nanti kita negosiasi dan bicarakan dengan BP Batam,” kata Dahnil pada Sabtu (27/09/2025) di Batam.
Rencana renovasi Asrama Haji Batam Centre, yang berisiko mengganggu fungsi Batam sebagai embarkasi, telah dibenarkan oleh Kepala Biro Umum BP Batam, Mohammad Taofan. Asrama Haji Batam merupakan aset BP Batam yang digunakan setiap musim haji bagi jemaah sebelum diterbangkan ke Mekkah dari Bandara Internasional Hang Nadim.
“Secara internal kita [BP Batam] memang ingin segera dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap Asrama Haji karena sudah harus perawatan total,” kata Taofan. Namun, Taofan belum dapat memastikan kapan renovasi tersebut dilakukan, termasuk mengenai isu alih fungsi Asrama Haji Batam menjadi hotel yang lebih komersial.
Langkah koordinasi dan negosiasi dari Wamen Haji diperlukan untuk memastikan layanan dan fasilitas embarkasi Batam tidak terganggu oleh rencana perbaikan tersebut. Kementerian tidak keberatan dengan upgrade gedung, asalkan tidak mengganggu operasional penyelenggaraan haji 2026, yang persiapannya telah dimulai jauh lebih awal.
Tenaga Ahli Badan Penyelenggara Haji (BPH) Indonesia, Abdul Rahman Syahputra Batubara, sebelumnya telah mengingatkan bahwa Asrama Haji harus memenuhi standar kapasitas minimal dua kloter (800 hingga 1.000 jemaah) untuk mengantisipasi penundaan penerbangan. Jika renovasi dipaksakan melewati masa haji, Kementerian harus mempertimbangkan opsi untuk mengalihkan atau menutup sementara Embarkasi Batam.
Batam menjadi sangat strategis karena melayani jemaah dari empat provinsi—Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi. Bandara Internasional Hang Nadim adalah satu-satunya di wilayah tersebut yang mampu didarati oleh pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777. Pengalihan ke daerah lain dapat sangat berpengaruh kepada hitungan ongkos pesawat karena terkait rute.
Selain isu Batam, Wamen Dahnil juga menegaskan akan memprioritaskan audit total terhadap data jemaah haji.
“Kami curiga data kita itu ada yang disebut dengan data batu, data-data yang tidak benar dan sebagainya. Kami akan audit total,” tegas Dahnil, seraya memastikan proses audit tersebut akan rampung sebelum musim haji tiba.
Untuk tahun 2026, kuota jemaah haji Indonesia yang telah keluar dari Arab Saudi berjumlah 221.000, sama seperti tahun sebelumnya.
[kang ajank nurdin]


