TERASBATAM.ID — Pemerintah Kabupaten Bintan akan melaksanakan salat istisqa (salat memohon hujan) secara berjemaah di tengah kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Rencana ini menjadi bagian dari ikhtiar lahir dan batin menyusul penetapan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan beberapa waktu lalu.
Salat istisqa dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Kamis (26/3/2026) di Halaman Kantor Bupati Bintan. Pemerintah daerah mengimbau aparatur sipil negara (ASN), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta agar pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dan penuh makna.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan bahwa langkah ini merupakan salah satu hasil rapat koordinasi penanganan kekeringan yang sebelumnya digelar di Kantor Bupati Bintan pada Rabu (25/3/2026). Menurut dia, ikhtiar menghadapi dampak kemarau panjang harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui tindakan nyata di lapangan tetapi juga melalui pendekatan spiritual.
“Salah satu hasil rakor tadi, beberapa upaya yang kita rumuskan bersama. Salah satunya, Insya Allah kita akan laksanakan salat istisqa bersama. Masih di bulan mulia, kita lakukan semua langkah terbaik,” ujar Roby, Rabu (25/3/2026).
Bagi Roby, tantangan kekeringan yang sedang dihadapi seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa berbagai upaya penanganan yang dilakukan tidak boleh lepas dari pendekatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Kita terus berupaya menangani dampak kekeringan yang terjadi. Namun di sisi lain, kita juga tidak boleh melupakan ikhtiar yang tak kalah penting dengan memohon kepada Allah SWT. Sudah seharusnya, selain ikhtiar dengan cara kita, selaku hamba kita langitkan lewat doa-doa,” imbuhnya.
Roby juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk terus memanjatkan doa seusai ibadah fardu maupun di waktu-waktu lain agar hajat untuk melewati musim kekeringan ini segera terwujud. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan ketulusan dalam berdoa.
“Mari kita hadir bersama, berdoa dengan penuh keikhlasan, serta memperbanyak istigfar. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita dan memberikan hujan yang membawa kebaikan bagi masyarakat Bintan,” pungkasnya.
Salat istisqa akan dipimpin oleh KH Rustam Efendi sebagai imam sekaligus khatib. Adapun Ustaz Farhan Al Mujahid akan bertugas sebagai pembuka kegiatan dengan menyampaikan uraian penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan salat istisqa.
Usai pelaksanaan yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bintan, kegiatan serupa akan dilanjutkan di seluruh kecamatan dengan tempat dan waktu yang menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Penetapan status tanggap darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan sebelumnya dilakukan Pemkab Bintan menyusul tercatatnya 317 titik api sepanjang Januari hingga Maret 2026 serta dampak kemarau panjang yang menyebabkan penurunan signifikan debit air baku di sejumlah waduk.


