TERASBATAM.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap kebugaran dan semangat belajar siswa. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau sejumlah sekolah di Batam yang menerima program revitalisasi sekolah, bantuan Interactive Flat Panel (IFP), serta pelaksanaan MBG, Selasa (12/5/2026).
“Alhamdulillah dari sekolah-sekolah yang saya kunjungi, program MBG berjalan dengan sangat baik. Bahkan tadi saya ke TK dan SD melihat bagaimana anak-anak begitu berbahagia dengan MBG itu,” ujar Abdul Mu’ti di SMAN 1 Batam.
Menurutnya, program tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi fisik dan semangat belajar peserta didik. Ia juga menilai penggunaan perangkat pembelajaran digital berupa IFP telah dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar. “Tadi saya melihat di SD saat pembelajaran matematika, anak-anak begitu antusias. Dengan semangat belajar yang tinggi, mudah-mudahan mereka memiliki prestasi dan capaian akademik yang tinggi pula,” katanya.
Anggaran Revitalisasi Rp14 Triliun
Selain meninjau pelaksanaan MBG, Abdul Mu’ti memastikan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi pendidikan nasional pada tahun 2026. “Anggaran revitalisasi yang sudah *fix* di anggaran 2026 itu ada Rp14 triliun,” ungkapnya.
Dana tersebut dialokasikan untuk revitalisasi sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana. Sejumlah proyek pembangunan disebut sudah berjalan dan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru 2026–2027. Kemendikdasmen juga tengah mengusulkan tambahan anggaran untuk pengadaan IFP, pembangunan studio pembelajaran, serta pembagian buku dan alat tulis bagi siswa kelas 1 dan 2 SD.
Kepri Terima Rp109 Miliar untuk Enam Sekolah Baru
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, menyebut Kepri diperkirakan mendapat alokasi anggaran revitalisasi sekitar Rp109 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan enam sekolah baru di wilayah Kepri, masing-masing satu sekolah di Batam, satu di Tanjungpinang, satu di Natuna, dan tiga di Lingga.
“Untuk SMA dan SMK, insya Allah ada enam sekolah baru. Yang lainnya rehabilitasi, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan toilet, dan sebagainya,” kata Andi Agung. Ia menegaskan seluruh usulan pembangunan sekolah didasarkan pada data riil dalam sistem Dapodik agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Terkait usulan agar anggaran MBG dialihkan untuk pendidikan, Andi Agung menilai program tersebut tetap merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Kalau MBG itu tetap pengelolanya dari pusat, kita hanya penerima saja. Kalau nanti ada aturan ke depan, mengapa tidak? Tetapi sekarang program itu tetap berjalan,” ujarnya.
[kang ajank nurdin]


