Pintar Memilih Tontonan: LSF Sosialisasi Sensor Mandiri di Batam

TERASBATAM.ID: Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih tontonan yang sesuai dengan klasifikasi usia, Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia menggelar program “Sosialisasi sensor mandiri, literasi dan edukasi” di Hotel Swiss Bell Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/06/2024). Program ini bertujuan untuk mendidik masyarakat agar dapat memilah dan memilih film yang tepat untuk ditonton oleh berbagai kelompok usia.

Mukayat Al Amin, Sekretaris Komisi III LSF, menekankan bahwa inisiatif ini bukan hanya tentang penyensoran film oleh lembaga, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat untuk membuat keputusan yang tepat terkait konten film.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap film dibuat dengan klasifikasi usia tertentu, mulai dari SU atau semua umur hingga kategori remaja dan dewasa,” ujar Mukayat.

LSF telah menyensor lebih dari 41 ribu judul film dan iklan film sepanjang tahun 2023, menunjukkan komitmen mereka terhadap penyediaan tontonan yang berkualitas dan aman bagi masyarakat1. Program sosialisasi ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari adegan kekerasan, seksualitas, penggunaan rokok, dan alkohol yang sering ditampilkan dalam film-film yang ditujukan untuk penonton dewasa.

Dengan adanya program ini, LSF berharap orang tua akan lebih bijak dalam memilih film untuk anak-anak mereka, terutama yang masih berusia dini.

“Anak usia TK sebaiknya diajak menonton film yang dikategorikan untuk semua umur, untuk melindungi mereka dari dampak negatif yang mungkin timbul,” tambah Mukayat.

Program ini juga menyoroti aspek edukatif dari film, yang sering kali terlupakan. Film tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium pembelajaran dan penyampaian pesan moral yang dapat mempengaruhi pemikiran dan perilaku.

LSF berencana untuk mengadakan serangkaian kegiatan sosialisasi di berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas jangkauan program ini. Dengan kerja sama yang erat antara LSF, pembuat film, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan industri film Indonesia yang sehat dan bertanggung jawab.

Program “Sosialisasi sensor mandiri, literasi dan edukasi” ini merupakan langkah maju dalam upaya LSF untuk membangun generasi baru yang cerdas dalam memilih tontonan, sekaligus mendukung era baru tontonan berkualitas di Indonesia.