Pertamina Bantah Lakukan Pendataan dan Pemberian Konvensasi Warga Kampung Dragon

TERASBATAM.ID: Area Manager Comm, Rel, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, angkat bicara terkait rencana penggusuran sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Dragon, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam yang sudah belasan tahun mendiami lahan milik Pertamina.

Menurut Satria, PT Pertamina Patra Niaga – Integrated Terminal Kabil menggunakan lahan tersebut dengan status sewa lahan ke BP Batam selaku pemegang kuasa HGB.

“Hingga saat ini, PT Pertamina Patra Niaga – IT Kabil tidak pernah mendata warga dalam bentuk apapun, karena itu bukan kewenangan kami,” tegas Satria dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (25/06/2024).

Pernyataan Satria ini berbeda dengan klaim warga Kampung Dragon yang menyebutkan bahwa Pertamina telah mendata dan memberikan konvensasi kepada mereka.

“Pendataan yang dilakukan sangat tertutup. Yang herannya lagi, mereka melakukan pendataan saat warga tidak ada di rumah,” kata Khenoki, salah satu warga Kampung Dragon.

Kuasa Hukum Warga Kampung Dragon, Repiton Manao, pun menduga adanya indikasi penggelembungan data atau tumpang tindih KK yang diklaim oleh oknum tertentu untuk bermain terhadap hak warga atas konvensasi.

Warga Kampung Dragon Kabil yang belum menerima konvensasi atau uang sagu hati.

“Rencana penggusuran di Kampung Dragon sampai saat ini belum ada titik terang atau jawaban secara terang terangan dari Pertamina,” ucap Rapiton.

Rapiton meminta Pertamina untuk membuka data KK warga yang sudah didata dan menerima konvensasi agar semuanya jelas dan transparan.

“Setelah jelas, Pertamina untuk segera membayarkan secepatnya konvensasi kepada warga dengan pendataannya secara teratur, netral, dan sportif,” ungkapnya.

Hingga saat ini, belum ada titik temu antara Pertamina dan warga Kampung Dragon terkait rencana penggusuran tersebut. Permasalahan ini masih terus dikaji oleh pihak terkait.