TERASBATAM.ID — Kinerja Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam hingga Desember 2025 menunjukkan tren positif yang signifikan. Dari sisi penerimaan negara, institusi ini berhasil mengumpulkan Rp 847,6 miliar, atau mencapai 142,56 persen dari target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 594,55 miliar.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam Evi Octavia mengungkapkan, rincian penerimaan tersebut terdiri atas Bea Masuk sebesar Rp 364,52 miliar, Bea Keluar Rp 414,97 miliar, serta Cukai sebesar Rp 68,11 miliar. Capaian ini mempertegas peran Bea Cukai Batam sebagai revenue collector yang menjaga stabilitas keuangan negara di wilayah strategis.
Pengawasan Ketat dan Penindakan Narkotika
Di bidang pengawasan, Bea Cukai Batam mencatatkan 2.148 Surat Bukti Penindakan (SBP). Penindakan didominasi oleh komoditas hasil tembakau sebanyak 766 SBP dan barang penumpang sebanyak 365 SBP. Selain itu, terdapat penindakan terhadap pembawaan uang tunai (85 SBP) serta narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) sebanyak 61 SBP.
“Akumulasi penindakan ini menghasilkan nilai barang hasil penindakan sebesar Rp 224,09 miliar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 49,42 miliar,” ujar Evi dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Secara khusus, penindakan NPP tahun ini diperkirakan mampu menyelamatkan 5.345.475 jiwa serta menghemat biaya rehabilitasi negara hingga Rp 8,5 triliun. Upaya penegakan hukum juga diperkuat dengan 23 penyidikan sepanjang 2025, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 14 penyidikan.
Mekanisme Ultimum Remedium
Bea Cukai Batam juga memaksimalkan penerimaan melalui mekanisme Ultimum Remedium atas pelanggaran cukai. Tercatat sebanyak 56 Laporan Pelanggaran (LP) dengan total nilai Rp 6,8 miliar berhasil dihimpun. Angka ini naik signifikan dari tahun 2024 yang hanya mencatat 16 LP dengan nilai Rp 2,2 miliar.
Sejalan dengan ketegasan pengawasan, kualitas pelayanan publik juga terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi digital seperti Dokap Online dan Single Submission Quarantine-Customs. Hasilnya, Indeks Kepuasan Masyarakat meningkat konsisten setiap triwulan hingga mencapai skor 3,74 pada Triwulan III dengan kategori “Sangat Baik”.
Atas kinerja tersebut, Bea Cukai Batam menerima sejumlah apresiasi, termasuk penghargaan dari Kepolisian Daerah Kepri atas kolaborasi pengawasan, serta berbagai penghargaan dari sektor swasta dan penghargaan Eco Office Platinum. Bea Cukai Batam berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi demi menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan kondusif di wilayah Batam.


