Pemko Batam Beri Izin Pembelajaran Tatap Muka

  • Bagikan
Pembelajaran Tatap Muka digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. (ilustrasi)

TerasBatam.id: Pemerintah Kota Batam memberikan lampu hijau kepada sekolah-sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan telah merancang enam daftar periksa yang harus disiapkan oleh sekolah saat pembelajaran tatap muka dilaksanakan.

Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad kepada www.terasbatam.id, Selasa (21/09/2021) mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Batam telah menyiapkan 6 Kewajiban yang harus dilakukan sekolah atau disebut enam daftar periksa yang harus dilaksanakan oleh sekolah saat pembelajaran tatap muka diselenggarakan.

“Pembelajaran tatap muka Insyah Allah minggu ini sudah bisa jalan dan sekarang Dinas Pendidikan kita sudah mempersiapkan 6 kewajiban sekolah, atau enam daftar periksa istilahnya, salah satunya ialah persetujuan orangtua,” kata Amsakar.

Selanjutnya menurut Amsakar, hal lain yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah ialah penyiapan protocol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan pelindung diri, serta daya tampung kelas yang hanya berjumlah 50 persen.

“semua sudah siap dinas Pendidikan dua minggu lalu, sekarang ini tinggal finishing dari pak walikota, mungkin satu atau dua hari ini sudah keluar,” kata Amsakar.

Desakan agar pembelajaran tatap muka segera digelar telah banyak disampaikan berbagai elemen masyarakat, salah satunya Pusat Layanan Autis (PLA) Batam meminta agar pihaknya diberikan untuk menggelar pembelajaran tatap muka bagi siswa didik berkebutuhan khusus autis.

Selama hampir dua tahun belajar di rumah karena Pandemic Covid-19 membuat orangtua kesulitan mendidik putera-puterinya yang memiliki kebutuhan khusus itu.

Kepala PLA Batam Riniatun kepada www.terasbatam.id , Senin (20/09/2021) mengatakan, walaupun anak-anak autis yang menjadi anak didik di PLA tidak masuk dalam kategori anak-anak yang wajib mendapatkan vaksin karena dari sisi usia masih berada dibawah 12 tahun.

“Jika diizinkan digelar tatap muka kami akan melaksanakan protocol kesehatan dan jadwal yang sangat ketat. Kasihan orangtua mereka sudah kewalahan untuk mendidiknya karena keterbatasan kemampuan, sedangkan anak yang regular saja orangtuanya kesulitan apalagi anak-anak berkebutuhan khusus ini,” kata Riniatun.

Menurut Riniatun, selama masa pandemic ini PLA memberikan melalui webinar dan zoom meeting atau layanan video call untuk memberikan materi didik, walaupun hasil yang didapat tidak begitu maksimal.

“dibilang efektif ya efektif tetapi dibilang tidak juga demikian, maka kami minta karena yang regular telah diperbolehkan tatap muka, maka kami minta Dinas Pendidikan Provinsi juga mengizinkan kepada kami untuk menggelar tatap muka dalam waktu dekat ini,” kata Riniatun.

  • Bagikan