BerandaBatam RayaOtoritas Bandara Hang Nadim Akan Bahas Pembukaan Penerbangan Internasional

Otoritas Bandara Hang Nadim Akan Bahas Pembukaan Penerbangan Internasional

Diterbitkan pada

spot_img

TerasBatam.id: Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa 19 negara bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepri mulai 14 Oktober 2021 lalu, menindaklanjutinya Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim akan menggelar rapat bersama dengan stakeholder terkait untuk membahas teknis pelaksanaan kedatangan Warga Negara Asing dari 19 tersebut pada Senin (18/10/2021) mendatang.

General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Bambang Soepriono kepada www.terasbatam.id, Sabtu (16/10/2021) mengatakan, sebelumnya Bandara Internasional Hang Nadim memiliki jadwal regular penerbangan internasional dengan rute Bandara Subang, Kuala Lumpr, Malaysia ke Bandara Hang Nadim dengan jadwal dua kali dalam seminggu serta melayani pesawat carter dari luar negeri.

“Senin (18/10/2021) kami akan rapat bersama untuk membahas teknis  pelaksanaan,” kata Bambang.

Menurut Bambang, rapat tersebut dalam rangka mematangkan  kesiapan penerimaan jalur masuk dari 19 negara sesuai petunjuk dari pemerintah pusat. Rapat bersama tersebut akan diikuti Tim Satgas Covid, perwakilan TNI – Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Bea Cukai dan instansi terkait lainnya.

BACA JUGA:  Eksport Babi ke Singapura Kemungkinan Terhenti Selama Setahun

“Untuk alat PCR khusus ini harus ada, karena waktu yang dibutuhkan lebih singkat. Jadi bagi mereka yang datang cukup menunggu satu jam saja, dan hasil sudah keluar,” kata Bambang.

Syarat bagi WNA yang tiba harus menunjukkan hasil swab PCR dari negaranya, sebelum keberangkatan, serta Swab Test PCR yang dilakukan di Bandara Hang Nadim.

Mengenai waktu tersebut, Bambang juga menuturkan bahwa dalam rapat akan dilanjutkan dengan penerapan flow atau jalur bagi para wisman selama menunggu hasil PCR.

Bambang juga mengakui bahwa demi merealisasikan hal tersebut, telah melakukan pemantauan langsung ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng

Dalam kunjungannya ke Soekarno Hatta, Bambang menuturkan bahwa pihak Hang Nadim akan menyiapkan satu ruang tunggu khusus, yang dimanfaatkan dalam menerima para wisman.

“Rencana kita akan menggunakan ruang tunggu  dalam dua bagian kedatangan Internasional yang akan dimanfaatkan,” rinci Bambang

Namun, Bambang juga menuturkan salah satu kendala yakni kondisi Bandara Internasional Hang Nadim, yang tidak seluas dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta.

BACA JUGA:  Pesangon Tak Layak, Ratusan Eks Buruh PT BBA Unjukrasa di Pemko Batam

“Untuk itu, dari pantauan kita disini kita akan modifikasi bagian ruang tunggu dua. Dan tidak akan dicampur dengan penumpang yang ada di ruang tunggu lain,” ungkapnya.

Adapun modifikasi yang akan dilakukan di lokasi tersebut, pihaknya akan menyiagakan alat dan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan PCR di ruang tunggu tersebut.

Selain itu, petugas lain yang disiagakan adalah petugas KKP hingga Imigrasi guna pemeriksaan dokumen perjalanan.

“Saat ini sebenarnya kapasitas ruang tunggu itu 200 orang. Tapi dengan modifikasi itu, maka maksimal penumpang nanti hanya akan cukup bagi 80 orang saja,” tuturnya.

Ada pun sebelumnya saat rapat bersama Gubernur yang terkait bersama Kementrian lainnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan wisatawan mancanegara (wisman) dari 19 negara sudah bisa melakukan penerbangan internasional ke Kepulauan Riau (Kepri) dan Bali.

“Sesuai arahan Presiden RI, kami memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau,” kata Menko Luhut Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

BACA JUGA:  Bahlil Dinilai Abaikan Protes Warga Rempang, Aktivis Minta Pemerintah Hentikan Intimidasi

Ke 19 negara tersebut yaitu Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Negara-negara tersebut dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena angka kasus terkonfirmasi COVID-19-nya berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate yang rendah.

 

 

 

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...