BerandaBeritaMalaysia Buka Tender Meriam 105mm Senilai Rp2,3 Triliun

Malaysia Buka Tender Meriam 105mm Senilai Rp2,3 Triliun

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Kementerian Pertahanan Malaysia (Mindef) telah secara resmi membuka tender pengadaan 36 unit sistem meriam ringan 105mm untuk Tentera Darat Malaysia (TDM). Tender yang bernilai total RM697,6 juta (sekitar Rp2,3 triliun) ini menandai langkah strategis Malaysia untuk memperkuat artileri ekspedisi dan kemampuan tempur cepatnya. Pengadaan sistem artileri ringan ini merupakan prioritas yang bertujuan meningkatkan daya tembak mobil di lingkungan operasi yang menuntut pergerakan cepat, seperti operasi hutan, amfibi, dan penerjunan udara.

Tender yang dibuka pada Kamis (16/10/2025) ini akan berlangsung selama 41 hari dan ditutup pada 27 November 2025. Perolehan ini merupakan bagian dari rencana modernisasi di bawah skema Future Force Structure Plan TDM, yang berfokus pada pembentukan formasi respons cepat. Meriam 105mm baru ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Briged Para Ke-10 (10 Para) yang saat ini telah mengoperasikan meriam KNDS LG1 Mk III, serta berpotensi menggantikan meriam tua Oto Melara 105mm Pack Howitzer.

Dua kandidat utama dalam tender ini diperkirakan adalah KNDS LG1 Mk III dari Eropa (Perancis) dan MKE Boran 105mm dari Turki. Kedua sistem ini memenuhi persyaratan TDM karena dapat ditarik kendaraan ringan dan diangkut menggunakan helikopter medium atau pesawat angkut C-130. Sementara LG1 Mk III unggul dalam mobilitas dan bobot yang lebih ringan, Boran menonjol dengan sistem kontrol tembakan digital (FCS) VOLKAN terintegrasi, yang menawarkan akurasi dan pengurangan waktu reaksi di medan tempur.

BACA JUGA:  Batam Jadi Pionir Transisi Energi, Ratusan PJU Tenaga Surya Dioperasikan

Dengan nilai yang besar, proses evaluasi tender akan mempertimbangkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Mindef juga akan menilai aspek logistik jangka panjang, transfer teknologi, keseragaman amunisi (NATO 105mm) untuk efisiensi rantai pasokan, serta potensi dukungan industri pertahanan lokal Malaysia. Penyeragaman ini penting untuk mengurangi beban pemeliharaan dan meningkatkan interoperabilitas dengan sekutu regional yang juga menggunakan standar amunisi NATO.

Keputusan akhir dalam perolehan meriam ini akan memiliki implikasi strategis dan regional yang luas. Modernisasi artileri ringan ini akan memperkuat postur pertahanan Malaysia, terutama di kawasan pesisir dan wilayah Sabah serta Sarawak. Peningkatan mobilitas dan kemampuan tembakan yang terintegrasi dalam jaringan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) akan memungkinkan TDM melaksanakan doktrin “tembak dan undur” secara efektif dalam menghadapi ancaman modern abad ke-21.

[sumber: https://defencesecurityasia.com]

Latest articles

Waspada! Banjir Rob Diprediksi Landa Pesisir Batam 1-11 Mei 2026

TERASBATAM.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang...

Walhi Kecam Pemusnahan Limbah B3 AS di Batam

TERASBATAM.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional mengecam keras keputusan Pemerintah yang memilih...

Hidrolik Pesawat Bermasalah, 442 Jemaah Haji Tertunda 24 Jam

TERASBATAM.ID – Keberangkatan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 Embarkasi Batam terpaksa ditunda...

Vape Berisi Narkotika Masuk dari Malaysia, Polisi Ungkap 1.931 Cartridge

TERASBATAM.ID — Peredaran narkotika di Batam kian beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Aparat kepolisian mengungkap...

More like this

Waspada! Banjir Rob Diprediksi Landa Pesisir Batam 1-11 Mei 2026

TERASBATAM.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang...

Walhi Kecam Pemusnahan Limbah B3 AS di Batam

TERASBATAM.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional mengecam keras keputusan Pemerintah yang memilih...

Hidrolik Pesawat Bermasalah, 442 Jemaah Haji Tertunda 24 Jam

TERASBATAM.ID – Keberangkatan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 Embarkasi Batam terpaksa ditunda...