BerandaKepriKepri di Tengah Bayang-bayang Krisis Geopolitik Dunia

Kepri di Tengah Bayang-bayang Krisis Geopolitik Dunia

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan tekanan nyata bagi sektor pariwisata di Indonesia, termasuk wilayah strategis Kepulauan Riau (Kepri). Meskipun kinerja pariwisata nasional sepanjang 2025 tumbuh positif, eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini mengancam konektivitas udara dan mobilitas wisatawan mancanegara menuju gerbang wisata perbatasan.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menghadiri webinar bertajuk Tourism Under Fire, Senin (16/3/2026), yang menyoroti kerentanan sektor wisata akibat perang internasional. Dalam forum tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa industri ini sangat bergantung pada kelancaran mobilitas antarnegara yang kini terganggu akibat penyesuaian rute penerbangan jarak jauh.

Kawasan Timur Tengah selama ini menjadi penghubung (hub) utama bagi wisatawan asal Eropa dan Amerika menuju destinasi di Asia, termasuk Indonesia. Perubahan rute untuk menghindari wilayah konflik berisiko meningkatkan biaya perjalanan secara signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, hingga 10 Maret 2026, gangguan telah terjadi pada sembilan rute internasional yang berdampak pada 47.000 penumpang. “Situasi semakin kompleks dengan naiknya harga avtur yang menekan biaya operasional penerbangan,” ujar Airlangga.

BACA JUGA:  Ketua MA Resmikan Pengadilan Tinggi dan PT Agama Kepri

Pemerintah memproyeksikan potensi kehilangan devisa nasional mencapai Rp 184,8 miliar per hari jika situasi ini tidak segera dimitigasi. Bagi daerah seperti Kepri, dampak ini menjadi krusial mengingat kontribusi wisatawan mancanegara terhadap ekonomi lokal sangat besar.

Strategi Bertahan

Guna meredam dampak tersebut, pemerintah pusat mendorong penguatan pasar domestik serta pengembangan potensi destinasi bagi pekerja digital (digital nomad) di sejumlah wilayah, termasuk Kepulauan Riau, Jakarta, dan Bali. Langkah ini diharapkan dapat menjadi penyangga ketika kunjungan wisatawan jarak jauh dari Eropa dan Amerika mengalami penurunan.

Selain itu, stimulus transportasi menjelang libur Lebaran berupa diskon tiket pesawat sebesar 18 persen dan transportasi laut hingga 30 persen disiapkan untuk menjaga pergerakan manusia di dalam negeri. Bagi Kepulauan Riau, penguatan pariwisata yang aman dan terjangkau menjadi kunci agar sektor yang menjadi motor penggerak ekonomi ini tetap tangguh menghadapi gejolak global.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat kini difokuskan untuk memastikan pintu-pintu masuk wisatawan tetap kompetitif di tengah meningkatnya biaya perjalanan internasional.

BACA JUGA:  Geopolitik Global Memanas, Kepri Siapkan Siasat Jaga Pariwisata

Latest articles

Bidikan Persahabatan Dua Angkatan Laut

TERASBATAM.ID — Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Edwin melakukan kegiatan menembak...

Wagub Kepri Targetkan Semua OPD Informatif

TERASBATAM.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Koordinasi...

Proyek Gas Cisem 2 Tanpa Cela, KPPU Ketuk Palu

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengetuk palu, memutuskan bahwa seluruh terlapor dalam...

Sambut Idul Adha, Batam Gelar Pawai Takbir dan Mobil Hias Berhadiah Rp 36 Juta

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mulai mematangkan persiapan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Berbeda...

More like this

Bidikan Persahabatan Dua Angkatan Laut

TERASBATAM.ID — Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Edwin melakukan kegiatan menembak...

Wagub Kepri Targetkan Semua OPD Informatif

TERASBATAM.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Koordinasi...

Proyek Gas Cisem 2 Tanpa Cela, KPPU Ketuk Palu

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengetuk palu, memutuskan bahwa seluruh terlapor dalam...