TERASBATAM.ID — Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Koordinator Wilayah Sumatra II yang juga Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Pertemuan ini membahas perkembangan investasi dan pengembangan kawasan industri strategis di wilayah Sumatra.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Wamenhan Donny Ermawan Taufanto menerima langsung masukan dari J K Aritonang terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan kawasan industri serta koordinasi lintas sektor.
Wamenhan menyampaikan bahwa pengembangan kawasan industri memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga keberlanjutan investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan investasi dan penciptaan lapangan kerja,” demikian dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan.
Wamenhan didampingi oleh Deputi Bidang Geopolitik, Geostrategi, dan Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional dalam pertemuan tersebut. Diskusi juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor guna mendukung iklim investasi yang kondusif di wilayah Sumatra.
Dewan Pertahanan Nasional akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan J K Aritonang sebagai bahan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan industri nasional, khususnya di kawasan Sumatra yang memiliki potensi ekonomi besar.
Johanes Kennedy Aritonang merupakan pengusaha terkemuka asal Batam sekaligus Chairman Panbil Group yang merintis kariernya dari bawah sejak pindah ke Batam pada tahun 1985. Di bawah kepemimpinannya, Panbil Group berkembang pesat dari bisnis konstruksi menjadi konglomerat multi-sektor yang mencakup kawasan industri terpadu, perumahan elit, perhotelan (seperti Wyndham Panbil), hingga pariwisata cagar alam (Panbil Nature Reserve). Selain dikenal sebagai sosok tangguh yang mampu menjaga stabilitas ekonomi selama pandemi, pria kelahiran 5 Agustus 1961 ini juga aktif melestarikan nilai luhur budaya Batak melalui gerakan “Bangga Menjadi Orang Batak” dan menjabat sebagai Ketua Umum Toga Aritonang sedunia.
[sumber: www.kemhan.go.id]


