TERASBATAM.ID – Sedikitnya 2.000 umat Hindu di Kota Surabaya memadati Pantai Arafuru di kawasan Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumi Moro, Krembangan, Surabaya, Minggu (15/3/2026). Kehadiran ribuan jemaat ini guna melaksanakan upacara Melasti sebagai rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Massa jemaat terpantau mulai bergerak dengan berjalan kaki dari Pura Agung Jagatkarana menuju bibir pantai sejak pagi hari. Sambil mengusung aneka persembahan dan benda sakral (pratima), pergerakan ribuan umat ini diiringi alunan musik gamelan yang mengukuhkan suasana khidmat di sepanjang rute perjalanan.
Upacara Melasti kali ini menjadi titik kumpul besar bagi umat Hindu di Surabaya untuk melaksanakan ritual penyucian diri (ameti tirta amerta) dan alam semesta. Meski jumlah massa mencapai ribuan, prosesi puja dan doa tetap berlangsung tertib dan tenang di bawah pengawalan ketat.
Ketua Panitia atau Pemimpin Upacara Doa Melasti, JM I Ketut Sedana, menyatakan bahwa besarnya jumlah partisipan tahun ini tetap dibarengi dengan semangat kerukunan. Apalagi, prosesi ini berdekatan dengan momen Malam Takbiran umat Islam.
“Ini bukan hanya ritual keagamaan bagi dua ribu umat yang hadir, tetapi juga simbol keberagaman Surabaya,” ujar Ketut Sedana.
Untuk mengantisipasi konsentrasi massa dan menjaga kondusivitas, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya menginisiasi kolaborasi pengamanan lintas agama. Pemuda Hindu dikerahkan bersama pemuda masjid dan organisasi Banser untuk memastikan rangkaian peribadatan tetap berjalan lancar di tengah heterogenitas masyarakat kota.


