Dua Minggu Setelah Divaksin, Seorang Pelajar SMA di Batam Meninggal

  • Bagikan
Ilustrasi vaksin.

TerasBatam.id: Muhamad Faiz Athahallah (18), pelajar SMA Negeri 4 Batam meninggal, Senin (13/09/2021) setelah menerima vaksin jenis Sinovac dosis pertama dua minggu sebelumnya. Faiz menerima vaksin dosis pertama pada 29 Agustus 2021 lalu dan dijadwalkan menerima vaksin kedua pada 16 September 2021 mendatang, penyakit asma atau gangguan pernafasan yang dideritanya sejak kecil dipercayai sebagai penyebabnya.

Faiz didapati meninggal dunia di tempat tidur di kamarnya pada pukul 04.00 WIB, satu jam sebelum sholat shubuh. Dua jam sebelumnya atau sekitar pukul 02.00, sesak nafas akibat Asma yang dideritanya menyerang pelajar kelas XII itu, namun setelah diberi obat oleh ibunya Delni Afriyusnita (43) kondisi membaik.

“Sebelum divaksin saya membawanya ke dokter untuk mengecek kesehatannya dulu, apakah penyakit Asma yang dideritanya dapat menerima vaksin, setelah diperiksa dokter menjawab bahwa Faiz bisa menerima vaksin,” kata Delni.

Faiz mendapatkan dosis pertama vaksin jenis Sinovac pada 29 Agustus 2021 lalu di Puas Hati, Batam Centre yang diselenggarakan oleh Apindo Provinsi Kepri.

Delni mengatakan, bahwa anaknya memang menderita asma sejak kecil yang disebabkan gangguan pada bronchitis, saat mengalami sesak nafas sebelum meninggal dirinya enggan untuk membawa puteranya tersebut ke rumah sakit karena khawatir akan diberi label penyakit Covid-19 oleh rumah sakit.

“Anak saya tidak Covid, saya tidak rela, nanti saya tidak melihatnya, “ tutur Delni.

Sementara itu  Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam yang juga Kepala Kesehatan Tim Satgas Covid 19 Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan kepada www.terasbatam.id pada Rabu (15/09/2021) bahwa pihaknya belum menerima laporan tentang adanya pelajar yang meninggal dunia akibat reaksin vaksin.

“belum ada laporan yang kami terima tentang itu (pelajar meninggal karena reaksin vaksin), kita tidak ada laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) ,” kata Didi .

Didi mengatakan, untuk penderita Asma ringan boleh untuk divaksin namun tidak demikian dengan penderita asma akut.

“Istri saya penderita asma sudah dapat dosis 3, aman saja, “ kata Didi.

Didi meminta agar calon penerima vaksin memastikan diri terlebih dahulu tidak memiliki riwayat asma akut.

“bisa saja peserta vaksin meninggal karena Asma akut bukan karena efek Kipi,” katanya.

Meninggalnya pelajar SMAN 4 Muhamad Faiz Athahallah (18) sempat menjadi viral dan perbincangan karena disebutkan meninggal setelah menerima vaksin dosis pertama, informasi yang beredar di masyarakat tersebut cukup menarik perhatian, namun keterangan yang beredar tidak seperti yang terjadi.

  • Bagikan