DPRD Batam Minta Perketat Perbatasan

Antisipasi Masuknya Narkotika dari Malaysia

TERASBATAM.ID: Kota Batam berhadapan dengan Negara Malaysia dan Singapura. Dengan Letak geografis yang berbatasan langsung tersebut menjadikan sebagai salah satu wilayah yang rawan peredaran narkotika terutama dari Malaysia.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai meminta Sat Polair untuk memperbanyak patroli di laut. Hal ini untuk mencegah masuknya narkotika dari Malaysia.

“Saat ini banyak sekali sudah ditangkap oleh Polresta Barelang,” kata Lik Khai, Sabtu (06/07/2024) lalu kepada www.terasbatam.id.

Dengan memperketat pengawasan, ia berharap Batam bisa terbebas dari peredaran barang haram itu atau setidaknya mengurangi. Menurutnya pintu masuk narkoba yang paling rawan dan pengawasannya harus ekstra ketat, yaitu melalui jalur laut.

“Karena pengertian pintu masuk melalui jalur laut, bukan cuma lewat pelabuhan resmi, tapi bisa dengan berbagai cara ilegal dari awal keberangkatan kapal hingga sebelum tiba di pelabuhan,” ujarnya.

Sebagai contoh kasus kapal tanker “kecing di laut” dan begitu pula perniagaan narkoba saat kapal singgah sebelum melanjutkan perjalanan atau sampai pelabuhan tujuan.

“Jadi lewat jalur laut banyak pintu masuk dibandingkan dengan melalui bandar udara yang hanya satu pintu. Karena itu pengawasan lewat bandara relatif mudah, kecuali memang ada permainan petugas,” kata politisi Nasdem ini.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengatakan selama dirinya bertugas di Kota Batam yakni 2 tahun 6 bulan, pihaknya berhasil mengamankan dan mengungkap 290 kilogram lebih sabu dan 55 ribu pil ekstasi.

Ia menyebutkan barang bukti berasal dari luar negeri. Yakni Malaysia dan ada juga dari China.

“Rata-rata barang bukti yang kita amankan dari Malaysia. Jadi sudah termasuk kejahatan antarnegara,” kata Nugroho.

(RMA)