DPR RI Minta Pemerintah Eksekusi Pemasangan Simbol Perbatasan Laut di Kepri

  • Bagikan
Ketua Pansus RUU Landas Kontinen Taufik Basari dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri Marlin Agustina. (photo: W Asmeral)

Terasbatam.Id: Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen Taufik Basari mengakui usul stakeholder dari Kepri agar dipasang symbol-simbol di perbatasan laut antara Indonesia dan negara lain, khususnya di Kepulauan Riau sangat menarik dan harus segera dieksekusi oleh pemerintah pusat.

“Tadi kami mendapatkan masukan-masukan yang luar biasa, dari para stakeholder yang hadir pada kesempatan hari ini. Diantaranya bagaimana kita membuat symbol-simbol di perbatasan karena itu memang dibutuhkan untuk menunjukkan wilayah kekuasaan kita, tanda bahwa kita disitu berdaulat,” kata Taufik, politisi dari Partai Nasdem kepada wartawan seusai pertemuan dengan jajaran pemerintah Provinsi Kepri, Batam dan instansi terkait di Gedung Graha Kepri, Senin (06/09/2021).

Taufik Basari mengatakan, pihaknya akan membawa ide tersebut dan akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk menjadi ide menarik dan dapat segera dilaksanakan di lapangan.

“menurut kami ide itu sangat menarik dan mesti segera dieksekusi,” kata Taufik.

Menurut Taufik, RUU Landas Kontinen memang harus segera diselesaikan karena UU No 1 tahun 1973 tentang Landas Kontinen yang dimiliki Indonesia jauh lebih tua sebelum keluarnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

“jadi dasar hukum kita tertinggal dengan Unclos 1982 yang sudah kita ratifikasi,” kata Taufik.

Sementara itu Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina mengatakan, jika dalam banyak ide dan masukan yang diserap dalam RUU Landas Kontinen tersebut maka Kepri akan mendapatkan manfaat yang cukup besar.

“Banyak sekali manfaatnya atas RUU Landas Kontinen ini, jika ini berhasil dibuat UU, kami akan mendapatkan manfaatnya juga. Karena kita ketahui wilayah lautan Kepri itu 96 persen lautan. kita ketahui juga  ada 22 pulau terluar banyak sekali, jadi kami sangat mendukung RUU ini,” kata Marlin.

  • Bagikan