TERASBATAM.ID – Eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia mulai dirasakan dampaknya di sektor transportasi laut regional. Tarif tiket kapal ferry untuk rute Pelabuhan Internasional Batam Center menuju Singapura dan Malaysia mengalami penyesuaian dalam beberapa pekan terakhir akibat membengkaknya biaya operasional bahan bakar kapal.
Pantauan www.terasbatam.id di terminal keberangkatan ferry internasional Batam Center, Selasa (12/3/2026) siang, terlihat antrean penumpang di loket penjualan tiket sejumlah operator, seperti Sindo Ferry. Meskipun aktivitas penyeberangan berlangsung normal, sejumlah penumpang mengaku tarif yang dibayarkan lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu.
Informasi yang dihimpun dari beberapa agen penjualan tiket menyebutkan, penyesuaian tarif merupakan kebijakan operator kapal untuk merespons peningkatan biaya operasional yang signifikan. Penyebab utamanya adalah harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal yang ikut melambung seiring memanasnya situasi geopolitik global di kawasan Timur Tengah.
“Beberapa minggu terakhir memang ada penyesuaian harga tiket. Salah satu penyebabnya karena biaya BBM kapal meningkat,” ujar seorang petugas loket di terminal ferry internasional Batam Center yang enggan disebutkan namanya, Selasa.
Rute Batam–Singapura merupakan salah satu jalur transportasi laut tersibuk di Kepulauan Riau. Setiap harinya, ratusan penumpang dengan beragam latar belakang—pekerja harian lintas batas, wisatawan, hingga pelaku bisnis—memanfaatkan layanan kapal cepat ini.
Kenaikan tarif ini pun mendapat beragam reaksi. Sejumlah penumpang memahami situasi yang dihadapi operator kapal di tengah fluktuasi harga energi. Namun, mereka berharap kenaikan tidak terlalu memberatkan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada moda transportasi ini.
“Kami tetap berharap harga tiket tidak naik terlalu drastis karena banyak pekerja yang bolak-balik Batam–Singapura. Kalau naik terus, bisa menggerogoti pendapatan,” ujar seorang penumpang tujuan Singapura yang enggan disebut identitasnya.
Dari sisi makroekonomi, tekanan terhadap harga energi dunia dalam beberapa pekan terakhir memang tak terhindarkan. Ketegangan baru di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan sekutunya dengan Israel, serta meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan produsen utama dunia. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor hilir, termasuk transportasi laut yang sangat bergantung pada bahan bakar.
Meski tarif mengalami penyesuaian, aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center dilaporkan masih berjalan normal. Seluruh jadwal keberangkatan ferry menuju Singapura dan Malaysia tetap beroperasi melayani penumpang setiap harinya.
[kang ajank nurdin]


