Batam Telah Melengkapi Syarat Untuk Pembukaan Perbatasan dengan Singapura

  • Bagikan
Mega Mall Batam Centre yang sebelumnya ramai dibanjiri warga Singapura setiap akhir pekan, kini sepi.

TerasBatam.id: Saat ini banyak warga Batam yang menanti dan berharap agar pintu perbatasan antara Batam dan Singapura segera dibuka kembali ditengah pandemic Covid-19, penutupan yang terjadi telah hampir dua tahun dan implikasi yang ditimbulkan dari pembatasan tersebut cukup besar dari sisi ekonomi dan sosial.

Walikota Batam Muhammad Rudi kepada wartawan yang mewawancarainya di teras Gedung DPRD Kota Batam mengatakan bahwa saat ini pencapaian vaksinasi di Batam telah lebih dari 70 persen, dan diperkirakan akhir tahun nanti jumlahnya bisa mencapai 100 persen.

“kalau saya sih inginnya segera dibuka, tetapi itu haknya ada di Menko, dan antara negara ada ditangan Presiden,” kata Rudi menanggapi soal kapan dibukanya perbatasan antara Batam dan Singapura, Selasa (7/9/2021) lalu.

Menurut Rudi, hasil pembicaraan sejumlah Menteri terkait dengan pihak Singapura terkait dengan pembukaan perbatasan tersebut adalah sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Batam jika pintu perbatasan antara dua wilayah dibuka kembali, salah satunya ialah masalah capaian vaksin serta angka tertular Covid-19 yang tidak boleh lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Salah satu syaratnya ialah bahwa vaksinasi di Batam harus lebih dari 70 persen,” kata Rudi.

Menurut Rudi, saat ini tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit di Batam telah turun hingga dibawah 10 persen, dengan jumlah pasien yang diopname di RS berjumlah 48 orang, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) berjumlah 100 orang dan sebanyak 40 orang berada di Isolasi Terpadu (Isoter) Asrama Haji Batam.

Singapura secara resmi mulai membatasi pembatasan dan pemberlakuan syarat khusus bagi warga Indonesia yang ingin datang ke negeri jiran itu mulai Senin (16/03/2020) pukul 23.59, dan sebaliknya Indonesia juga menutup akses dari dunia luar serta membatasi kedatanganya.

Berdasarkan data Badan Penanam Modal (BPM) – Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemko Batam, jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Batam saat ini berjumlah sekitar 2.700 Tenaga Kerja Asing (TKA), dengan didominasi TKA asal Singapura dan India yang tersebar di 400 perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing dari sekitar 2.000 perusahaan yang beroperasi di Batam.

Sementara itu berdasarkan data dari Imigrasi Batam, pada tahun 2018 lalu jumlah penumpang dari 5 pelabuhan ferry internasional di Batam, yakni Batam Centre, Citra Tritunas atau Harbour Bay, Sekupang, Marina dan Nongsa Point Marina berjumlah 3,3 Juta orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,7 Juta orang merupakan warga Negara asing dan 1,6 Juta merupakan Warga Negara Indonesia , dari jumlah WNA tersebut sebanyak 1 Juta orang merupakan WN Singapura.

  • Bagikan