1.204 Siswa Terganjal PPDB di Batam, Disdik Tunggu Arahan Walikota

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto.

TERASBATAM.ID: Ribuan siswa di Batam terancam tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP Negeri. Hal ini dikarenakan jumlah siswa yang tak tertampung mencapai 1.204 orang, sementara daya tampung SMP Negeri di Batam hanya 13.040 siswa.

Pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Batam diumumkan pada Selasa (02/07/2024). Pengumuman dapat diakses melalui website https://ppdbbatam.id dan Whatsapp.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto kepada www.terasbatam.id, Selasa (02/07/2024), mengimbau agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk memilih sekolah swasta.

“Kami sarankan ke swasta. Kalau ke sekolah negeri tidak akan tertampung semua juga. Tapi kami tetap menunggu arahan Pak Wali Kota Batam, (Muhammad Rudi),” kata Wahyu.

Jumlah Rombel dan Daya Tampung

Terdapat 326 rombongan belajar (rombel) tingkat SMP untuk PPDB Online. Jumlah daya tampung siswa PPDB Online sebanyak 13.040 siswa.

Adapun kuota penerimaan dibagi menjadi beberapa jalur, yaitu:

  • Jalur afirmasi: 15% (1.956 siswa)
  • Jalur prestasi: 30% (3.912 siswa)
  • Jalur zonasi: 50% (6.520 siswa)
  • Jalur perpindahan: 5% (652 siswa)

Posko Pengaduan PPDB

Disdik Kota Batam juga telah membuka Posko Pengaduan PPDB di Gedung Gurindam, Kantor Disdik Kota Batam di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

“Orangtua maupun calon siswa bisa menanyakan langsung kepada petugas kami yang stand by di sana seputar PPDB,” kata Tri Wahyu Rubianto.

Posko tersebut didirikan untuk membantu dan memudahkan orang tua atau calon siswa dalam melakukan pendaftaran selama proses PPDB berlangsung.

Masyarakat juga bisa melapor melalui:

  • Datang ke sekolah langsung
  • Email: ppdb@email.ppdbbatam.id
  • Call center: 0778324442 atau 085363124214

Pertanyaan Seputar Jalur Afirmasi

Sejauh ini, sudah ada puluhan orang tua calon siswa yang datang ke posko pengaduan. Mereka rata-rata menanyakan terkait apakah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) otomatis bisa masuk di jalur afirmasi.

Wahyu menjelaskan bahwa calon siswa yang bisa mendaftar melalui jalur afirmasi adalah mereka yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Mereka yang memiliki KIP peluangnya lebih besar untuk masuk lewat jalur afirmasi. Jadi yang terdaftar di program PIP tidak semuanya berasal dari keluarga kurang mampu, tapi ada juga siswa yang berperestasi, jadi ada proses verifikasinya,” katanya.

Kasus ribuan siswa yang terganjal PPDB di Batam ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat segera dicarikan solusi oleh pemerintah daerah.

[Laporan : Rom]