Wisata Kebun Durian di Batam Coba Tarik Minat Wisatawan Singapore dan Malaysia

TERASBATAM.ID: Buah durian merupakan salah satu buah paling favorite dikonsumsi oleh orang Singapore, namun siapa kira banyak yang belum pernah melihat pohon durian secara langsung atau menyentuhnya, bagaimana buahnya itu tumbuh? bagaimana buahnya bisa dipetik atau menunggu jatuh?

Kini sejumlah pertanyaan tersebut terjawab dengan menyaksikan bagaimana pohon durian tumbuh dan berbuah di Citra Kebun Wisata, salah satu destinasi wisata di Batam, Kepulauan Riau.

Di Citra Kebun Wisata yang menempati lahan seluas 18 hektare, terdapat lebih dari 1.000 pohon durian berbagai jenis, diantaranya durian Musang King, Ang He, Durian Jantung dan Durian Kampung, dari 1.000 pohon yang ada, puluhan diantaranya telah berbuah dan dapat disaksikan buah-buhan durian yang bergelantungan di sela-sela batangnya.

Selain pohon durian, terdapat juga pohon jambu, semangka dan timun yang dapat disaksikan pengunjung yang datang ke Kebun wisata itu, dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang untuk dewasa dan Rp 10.000 per orang untuk anak-anak. Namun untuk menikmati buah durian dan lainnya ditentukan berdasarkan berapa banyak buah yang dipetik dan jenisnya, karena durian Musang King, hingga kini masih menempati sebagai durian termahal, dengan harga per kilogram antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 per kilogram, berat per buah bisa mencapai 2 hingga 3 kilogram.

Kebun Wisata ini menargetkan wisatawan dari Singapore dan Malaysia yang hobi makan durian namun belum pernah melihat pohon durian seperti apa.

“Kita bekerjasama dengan sejumlah perusahaan tour and travel di Batam untuk mempromosikan tempat ini dan mendatangkan mereka berkunjung kemari. Karena hampir mayoritas orang Singapore suka durian tetapi belum pernah melihat pohon durian,” kata Nina salah seorang pekerja di Citra Kebun Wisata.

Soft launching Citra Kebun Wisata dilakukan pada 7 Desember 2019 lalu, di tempat ini juga menyediakan penginapan berbentuk Villa atau Cottage di kawasan tersebut, serta sarana permainan lainnya untuk keperluan outbond.

Berdasarkan diskusi dengan perusahaan tour and travel di Batam, menurut Nina, jumlah wisatawan dari Singapore dan Malaysia yang berkunjung ke kebun wisata ini bisa mencapai target sebesar 10.000 per orang.

“Kami targetkan diluar pengunjung local, wisatawan dari Negara tetangga Singapore dan Malaysia itu bisa mencapai 10.000 orang per bulannya, ini angka yang realistis dengan konsep yang kami tawarkan,” kata Nina.

Lahan seluas 18 hektare yang sebelumnya didesain sebagai kawasan pabrik itu disulap menjadi Kebun Durian karena sebagian besar lahannya masih berupa kebun, diantaranya pohon-pohon durian telah ada sejak belasan tahun silam. Sehingga pengelola selanjutnya mengubah peruntukkannya menjadi perkebunan wisata.

Pelaku Pariwisata di Batam Andika mengatakan, saat ini hampir 80 persen wisatawan asing yang datang ke Batam atau Kepulauan Riau berasal dari Singapore karena factor kedekatan serta sarana transportasi yang memadai serta kemampuan ekonomi.

“Bahkan wisatawan asing dari berbagai Negara yang dicatat, seperti India, Amerika dan sebagainya itu sebenarnya merupakan permanent resident di Singapore, tetapi karena kita mencatat berdasarkan paspornya, maka kita catat sebagai turis dari Negara yang bersangkutan,” kata Andika.

Menurut Andika, wisata alam yang ditawarkan oleh Citra Kebun Wisata dengan mengajak wisatawan menyaksikan pohon durian tumbuh dengan buahnya adalah sesuatu yang baru, bagi orang Singapore hal tersebut sesuatu yang berbeda dengan destinasi wisata yang lain.

Menurut Andika, ada perbedaan pola wisatawan yang datang ke Batam, sebagai daerah perbatasan antar Singapore dan Malaysia, dengan wisatawan yang datang berkunjung ke daerah Indonesia lainnya, polanya ialah mereka bisa datang berkali-kali alias berulang-ulang.

“Apa saja yang mendorong mereka datang berulang-ulang, yaitu kuliner, makanan. Turis datang ke suatu tempat yang paling menarik pun, paling maksimal dua kali saja dalam hidupnya, tetapi kalau untuk mencicipi kuliner, orang bisa berkali-kali datang,” kata Andika.

Menurut Andika,  masakan tradisional di kawasan Batam dan perbatasan lainnya dapat masuk ke lidah wisatawan dari dua Negara tetangga itu, Singapore dan Malaysia karena memiliki citarasa yang sama dengan makanan sehari-hari mereka. Demikian juga dengan buah-buahan yang ada disini, juga menjadi favorite warga Negara tetangga itu.

“alasan mereka berkunjung kesini salah satu karena kuliner, sehingga bisa datang tiap minggu kesini,” kata Andika.