TERASBATAM.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah mematangkan rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) khusus di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini akan memisahkan kendali teritorial Kepulauan Riau dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang saat ini masih membawahi dua provinsi sekaligus, yakni Riau dan Kepulauan Riau.
Kepala Staf Korem (Kasrem) 033/Wira Pratama Kolonel Inf Achmad Marzuki mengonfirmasi rencana peningkatan status tersebut. Menurut dia, Kepulauan Riau akan memiliki komando teritorial sendiri terpisah dengan Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang berpusat di Pekanbaru, Riau.
“Kita akan punya Kodam sendiri, Kodam Kepulauan Riau. Terpisah dari (Kodam) yang di Riau,” ujar Achmad Marzuki saat ditemui di sela peresmian Gedung Mako Bakamla RI Zona Barat, Batam, Kamis (23/4/2026) lalu.
Meskipun demikian, Perwira Menengah (Pamen) senior ini menyebutkan bahwa kepastian waktu peresmiannya masih menunggu instruksi lebih lanjut.
“tunggu dan dengar saja soal waktunya,” kata Marzuki tersenyum.
Penguatan Batalyon Teritorial
Sejalan dengan rencana pembentukan Kodam tersebut, TNI AD juga akan memperkuat satuan di tingkat bawah melalui penambahan Batalyon Teritorial Pembangunan. Saat ini, satu batalyon telah beroperasi di Lingga dan fokus pada fungsi teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Rencananya akan ada penambahan dua batalyon lagi, yakni di Bintan dan Natuna. Batalyon ini memiliki spesifikasi khusus, seperti kompi peternakan dan pertanian, untuk membantu pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat di tiap kabupaten/kota,” kata Marzuki.
Terkait pembangunan batalyon serupa di Batam, Marzuki menyebutkan pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis dari Kementerian Pertahanan. Namun, penguatan di wilayah penyangga seperti Bintan dan Natuna menjadi prioritas mengingat posisi strategisnya.
Respons Dinamika Global
Sebelumnya soal pembentukan Kodam Tuanku Tambusai yang membawahi Provinsi Riau dan Kepri disampaikan oleh Komandan Korem 033 Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqunanto, bahwa peningkatan status ini merupakan respons terhadap dinamika keamanan global dan ancaman yang kian kompleks, terutama di wilayah perbatasan seperti Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
Menurut Brigjen Bambang, pembentukan Kodam baru ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah kendali wilayah.
“Dengan ancaman yang semakin tinggi, kita membutuhkan kendali yang lebih efektif dan cepat dalam pengendalian wilayah,” ujarnya pada Mei 2025 lalu, merespond soal terbentuknya Kodam Tuanku Tambusai sebagai pecahan dari Kodam I Bukit Barisan yang berpusat di Medan, Sumatera Utara.
Rencana pemisahan Kodam Kepri ini menandai babak baru dalam reorganisasi militer di wilayah perbatasan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, termasuk Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang membawahi wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Peresmian dilakukan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lanud Suparlan, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025).
Dalam amanatnya, Presiden menekankan bahwa pembentukan Kodam baru merupakan prioritas strategis untuk memperkuat pertahanan negara.
“Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat, dan untuk itulah hari ini saya melantik enam Panglima Kodam baru,” ujarnya.
Pembentukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai menjadi respons atas dinamika keamanan global, terutama di wilayah Riau dan Kepri yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
Peningkatan status wilayah Kepri menjadi Kodam tersendiri dinilai krusial untuk mempercepat kendali komando. Sebagai provinsi yang 98 persen wilayahnya terdiri dari lautan dan berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Kepri membutuhkan struktur pertahanan yang lebih lincah dan mandiri.


