Stok Beras Aman Hingga 5 Bulan, Warga Kepri Diminta Tidak Panic Buying

Untuk Kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri Dipastikan Tercukupi

TERASBATAM.ID: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri menjamin ketersediaan beras untuk bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Gubernur Ansar Ahmad bersama Tim TPID memastikan bahwa cadangan stok beras di Gudang Bulog Batam, Tanjungpinang, dan Lingga mencukupi untuk 4-5 bulan ke depan.

Meskipun harga beras naik secara nasional, di Kepri masih dalam batas wajar, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panic buying.

Selain itu, upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam subsidi transportasi untuk mendatangkan cabe dari luar Kepri juga dilakukan, serta pengembangan budidaya tanaman cabe di Kepri.

Pemerintah terus melakukan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), termasuk operasi pasar jika diperlukan.

Kenaikan inflasi terjadi karena beberapa faktor seperti kenaikan tarif parkir, harga gas elpiji, serta biaya berobat dan tarif rumah sakit di Kota Batam.

Pemerintah berharap kebijakan di Kota Batam dapat direview untuk mendukung upaya recovery ekonomi dan mengendalikan inflasi di Kepri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Suryono menegaskan bahwa kenaikan harga beras masih dalam batas wajar dan semua stakeholder terus bekerja sama untuk menjaga ketersediaan beras di Kepri.

Masyarakat Kepri diminta untuk tidak panic buying agar situasi tetap aman dan terkendali.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Cabang Kota Batam Meirizal Sudyadi memastikan bahwa stok beras di Gudang Bulog Batam ini saat ini sebesar 1.000 ton, dan sementara dalam perawatan kualitas, tujuannya supaya sebelum salur nanti  kualitas terjaga dan aman.

“kemudian dalam minggu depan mau masuk penambahan 2.000 ton lagi. Sehingga totalnya 3.000 ton, penambahan berasal dari Gudang Beras di DKI Jakarta. Itu semua untuk cadangan pangan disini, jadi 3.000 ton itu bisa bertahan untuk 4 hingga 5 bulan kedepan,” kata Meirizal.