Bintan  

Sikap Kemenag Kepri Soal Pernikahan Sejenis di Bintan Disayangkan

Didesak Koordinasi Dengan Aparat Penegak Hukum

Peneliti Indo Data Putra Batubara.

TERASBATAM.ID: Sikap Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau yang menyerahkan persoalan pernikahan sejenis yang berlangsung di salah satu Gereja Katolik di Tanjunguban, Bintan, Kepulauan Riau menjadi urusan internal sangat disayangkan. Kakanwil Kemenag Kepri didesak untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dengan perkawinan LGBT di tanah “segantang lada” Kepulauan Riau.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah Batam Abd Rahman Syahputra, M.I.Kom menanggapi soal pemberkatan pernikahan sejenis antara putra bungsu taipan Anthony Salim dan pasangannya kepada www.terasbatam.id, Minggu (17/06/2024).

“Menyayangkan pernyataan Kemenag Kepri yang terkesan lepas tangan, karena masalah LGBT ini memang masalah yang besar, melanggar nilai Pancasila dan norma yang berlaku di masyarakat Indonesia,” kata Putra, panggilan akrab Abd Rahman Syahputra.

Menurutnya, pernyataan Kemenag Kepri terkesan lepas tangan terkait peristiwa tersebut, padahal sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Kemenag, hal itu patut lebih dalam untuk ditelusuri dan ditangani agar tidak menjadi rujukan yang salah.

“Sebagai warga Kepri menyayangkan jika berita tersebut (pernikahan LGBT di Bintan) benar terjadi, kami berharap pihak-pihak terkait seperti kemenag mengambil langkah-langkah nyata,” tegas Putra.

Putra yang juga pernah menjabat sebagai Bendahara Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 mengatakan, berdasarkan Fatwa Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah soal LGBT difatwakan haram.

“Kemenag kami harapkan berkoordinasi juga dengan pihak keamanan agar turut serta terlibat mencari pihak-pihak terkait kejadian tersebut, kejadian pernikahan LGBT selain melanggar peraturan juga sangat meresahkan masyarakat Kepri,” kata Putra.

Menurutnya, sudah banyak kajian dalam bentuk jurnal di Perguruan Tinggi tentang LGBT dalam perspektif Agama, Sosial dan Hukum yang kesimpulannya menyatakan bahwa LGBT tidak sesuai dengan ideologi bangsa yang dibangun berlandaskan fitrah atau kodrat manusia. Sementara dalam tinjauan kesehatan sudah banyak data disajikan bahwa LGBT penyumbang utama kasus HIV-AIDS di Indonesia.

“Jika ditinjau dari sisi aturan yang berlaku di Indonesia maka pernikahan LGBT tidak akan diakui karena secara terang melanggar UU Perkawinan pasal 1, yang dimaksud perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Putra.

Sebelumnya Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan masalah pemberkatan pernikahan pasangan sejenis di Gereja Katolik Santo Yohanes Don Bocso Tanjunguban kepada Keuskupan Pangkal Pinang. Kemenag akan turun tangan jika hal tersebut mengganggu ketertiban umum dan memasuki ranah pidana.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepri Dr H Mahbub Daryanto,M.Pd.I

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Mahbub Daryanto kepada www.terasbatam.id, Selasa (21/05/2024) mengatakan, bahwa persoalan pemberkatan pernikahan Alston Stephanus dan Eren Schifferling yang terjadi pada Juli 2023 di Gereja Katolik Santo Yohanes Don Bosco Tanjung Uban sudah ditangani oleh Keuskupan Pangka Pinang yang berada di Bangka Belitung.

“Kasusnya sudah ditangani oleh ke Uskupan Bangka Belitung yang membawahi Gereja Katolik di Kepri. Karena interen Gereja katolik,” kata Mahbub.

Mahbub mengatakan bahwa pihak Kemenag tidak dapat masuk atau ikut dalam penanganan masalah tersebut karena sudah masuk masalah intern.

“Kalau urusan sudah menyangkut intern kita tidak masuk. Kalau sudah ada unsur pidana atau ketertiban umum kita bisa,” kata Mahbub.

Namun Mahbub tidak berkomentar saat disebutkan bahwa peristiwa tersebut berpotensi melanggar Undang Undang No 16 tahun 2019 Tentang Perkawinan.

Sebelumnya Kakanwil Kemenag Provinsi Kepri memerintakan kepada Pembimas Katolik Kemenag Kepri Normal Ginting untuk melakukan klarifikasi terkait masalah pernikahan sejenis yang dilakukan itu.

Namun sayangnya saat dikonfirmasi oleh www.terasbatam.id Normal Ginting mengaku tidak mengetahui masalah tersebut.

“saya tidak tahu,” kata Ginting melalui pesan whatsapp.

Alston Stephanus merupakan putera ketiga dari konglomerat Anthony Salim ini sebelumnya sejak lama diberitakan tinggal bersama pasangan transgendernya yang sama-sama berprofesi sebagai cosplay.

Pasangan Alston Stephanus dan Eren Schifferling memilih gereja katolik di Tanjung Uban sebagai tempat ibadah untuk memberkati pernikahan mereka pada Juli 2023 lalu. Pasangan ini menjadi pasangan sejenis pertama di Indonesia yang mendapat pemberkataan di Gereja secara formal, walaupun Pastoral Katolik membantah jika ini disebut pernikahan sejenis yang diketahui.