TERASBATAM.ID — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Provinsi Kepulauan Riau berhasil mencatatkan angka kemiskinan sebesar 4,44 persen. Capaian tersebut menjadikan Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Pulau Sumatera dan menduduki peringkat keempat terendah secara nasional pada tahun 2025.
Berdasarkan data profil kemiskinan per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah kepulauan ini tercatat sebanyak 117.280 orang. Angka ini menyusut signifikan dibandingkan periode September 2024 yang mencapai 124.960 orang atau 4,78 persen. Penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 7.700 orang dalam kurun waktu singkat tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi mulai menyentuh lapisan masyarakat bawah.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan, pengendalian kemiskinan menjadi indikator keberhasilan pembangunan yang inklusif. “Pertumbuhan ekonomi tidak hanya soal angka makro, tetapi tentang bagaimana manfaatnya dirasakan merata. Kami berkomitmen terus mendorong program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujarnya dalam refleksi satu tahun kepemimpinan di Tanjungpinang, Jumat (20/2/2026).
Pemerataan Kesejahteraan
Selain menekan angka kemiskinan, kualitas hidup masyarakat Kepri juga menunjukkan peningkatan tajam dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 80,53. Angka ini membawa Kepri masuk dalam kategori “Sangat Tinggi” dan menjadi yang terbaik di luar Pulau Jawa. Keberhasilan ini ditopang oleh berbagai program jaring pengaman sosial, seperti bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 9.200 petani serta nelayan, bantuan seragam sekolah gratis bagi 39.000 siswa, hingga penyediaan rumah singgah gratis di Jakarta dan Batam bagi pasien rujukan.
Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menambahkan, pemerintah daerah juga berfokus pada rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah. “Tahun 2025 saja, sebanyak 99 unit rumah warga kurang mampu telah direhabilitasi. Sinergi dengan program pusat seperti Makan Bergizi Gratis yang mencapai 79,32 persen di Kepri juga turut membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin,” jelas Nyanyang.
Meski angka kemiskinan terus menurun, pemerintah provinsi tetap menargetkan penurunan bertahap hingga kisaran 2,26 persen pada akhir periode 2030. Langkah ini akan diintegrasikan dengan perluasan lapangan kerja melalui investasi dan pendidikan vokasi guna memastikan kemiskinan ekstrem dapat dihapuskan dari bumi Segantang Lada.


