BerandaBeritaRibuan Warga Mengungsi Akibat Bentrok Perbatasan Thailand-Kamboja

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Bentrok Perbatasan Thailand-Kamboja

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Bentrokan sengit di perbatasan Thailand dan Kamboja telah memasuki hari kedua pada Jumat (25/07/2025), memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Thailand menunjukkan bahwa 138.013 warga sipil dan 428 pasien rumah sakit telah dievakuasi dari wilayah perbatasan sejak pertempuran meletus pada Kamis.

Angka ini meningkat signifikan dari laporan sebelumnya yang menyebutkan lebih dari 100.000 pengungsi. Di sisi Kamboja, pejabat setempat melaporkan lebih dari 4.000 warga telah mengungsi di dekat provinsi Oddar Meanchey.

Warga Desa Non Yang Kut berlindung di sebuah bungker yang diubah menjadi pusat evakuasi di distrik Prasat, Provinsi Surin, Thailand. Foto: Kaikungwon Duanjumroon/EPA.

Warga sipil di kedua belah pihak terjebak dalam baku tembak artileri berat yang kembali terjadi hari ini. Di Provinsi Surin, Thailand, sekitar 600 pengungsi mencari perlindungan di dalam gedung olahraga universitas. “Saya hanya mendengar, boom, boom,” kata Pornpan Sooksai, seorang penjahit yang melarikan diri bersama empat kucingnya. “Kami sudah menyiapkan kandang, pakaian, dan semuanya, jadi kami lari… Saya ketakutan.”

Rattana Meeying, yang juga melarikan diri dari Surin, membandingkan kekerasan ini dengan bentrokan perbatasan tahun 2011. “Anak-anak, orang tua, terkena serangan tiba-tiba,” katanya. “Saya tidak pernah membayangkan ini akan seganas ini.”

BACA JUGA:  Lawan Pembungkaman Pers, Jurnalis Batam Gelar Aksi Solidaritas

Evakuasi terus berlanjut di Provinsi Sisaket, Thailand, setelah penembakan baru merusak rumah sakit Phanom Dong Rak dan melukai serius setidaknya tiga tentara Thailand.

Di seberang perbatasan, warga desa Kamboja mencari perlindungan di biara-biara hutan dan menggali tempat perlindungan bawah tanah darurat. “Agar saya bisa kembali ke rumah dan bekerja di ladang,” kata Veng Chin (74), “Saya memohon kepada kedua pemerintah untuk menegosiasikan penyelesaian.”

Bentrokan ini telah menyebabkan korban jiwa, dengan 15 orang tewas di pihak Thailand, termasuk 14 warga sipil. Sementara itu, seorang pejabat provinsi Kamboja melaporkan satu warga sipil tewas dan lima lainnya luka-luka.

Pernyataan dari pejabat sementara Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, memperingatkan bahwa bentrokan tersebut “dapat berkembang menjadi perang” jika situasi terus memburuk. Konflik yang meluas ini telah mendorong Sekretaris Jenderal PBB António Guterres untuk menyerukan pengekangan dan dialog. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat hari ini di New York untuk membahas krisis ini.

(dikutip dari :https://www.theguardian.com)

Latest articles

Bidikan Persahabatan Dua Angkatan Laut

TERASBATAM.ID — Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Edwin melakukan kegiatan menembak...

Wagub Kepri Targetkan Semua OPD Informatif

TERASBATAM.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Koordinasi...

Proyek Gas Cisem 2 Tanpa Cela, KPPU Ketuk Palu

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengetuk palu, memutuskan bahwa seluruh terlapor dalam...

Sambut Idul Adha, Batam Gelar Pawai Takbir dan Mobil Hias Berhadiah Rp 36 Juta

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mulai mematangkan persiapan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Berbeda...

More like this

Bidikan Persahabatan Dua Angkatan Laut

TERASBATAM.ID — Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Edwin melakukan kegiatan menembak...

Wagub Kepri Targetkan Semua OPD Informatif

TERASBATAM.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Koordinasi...

Proyek Gas Cisem 2 Tanpa Cela, KPPU Ketuk Palu

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengetuk palu, memutuskan bahwa seluruh terlapor dalam...