Respon Mensos, Pemko Batam Mulai Data Anak Yatim Piatu Karena Covid-19

  • Bagikan
Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad. (photo W Asmeral)

TerasBatam.id: Merespon Surat Kementerian Sosial terkait anak-anak yang menjadi yatim, piatu bahkan yatim piatu karena orangtuanya meninggal disebabkan oleh wabah Covid-19, Pemerintah Kota Batam mulai memerintahkan Camat hingga Lurah untuk mendata anak-anak tersebut.

Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad kepada www.terasbatam.id di Kantor Walikota Batam, Rabu (01/09/2021) mengatakan, sejak seminggu yang lalu sebuah tim telah bergerak melakukan pendataan terhadap anak yatim, piatu atau yatim piatu yang ditinggalkan orangtuanya karena Covid-19.

“tim kami sudah bergerak ke bawah untuk koordinasi dengan camat dan lurah dan sekarang sedang dilakukan proses pendataan saya juga mengharapkan kepada mereka untuk cepat data-data itu dikejar dan diambil,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar, data tersebut akan ditelusuri dari Dinas Perumahan Rayat, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam yang mengelolah kompleks pemakaman di Batam. Dari data Perkimtan terhadap jenazah Covid-19 akan dilanjutkan dengan crosscheck di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memeriksa Nomor Indentitas Kependudukan (NIK).

“nanti dari NIK diketahui dari satu keluarga itu ada berapa anak dan isteri, otomatis akan kita peroleh data-data anak yang ada,” kata Amsakar.

Namun Amsakar mengatakan, surat Kementerian Sosial terkait mengenai anak-anak yang orangtuanya meninggalkan disebabkan Covid-19 tidak memberikan penekanan terhadap jenis bantuan yang diberikan, tetapi hanya focus pada pendataan semata.

“Tetapi surat kementerian sosial itu tidak memberikan penekanan jenis bantuan yang akan diberikan, tetapi fokusnya kepada pendataan dulu, perkiraan kami mereka akan masuk ke dalam data terpadu kesejahteraan sosial,” kata Amsakar.

Kementerian Sosial (Kemensos) RI melakukan berbagai upaya terkait perlindungan anak yang kehilangan orangtuanya akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemensos melalui Satgas Penanganan Covid-19 per 20 Juli 2021, ada 11.045 anak menjadi yatim, piatu, bahkan yatim piatu. Dari data yang sama, tercatat 350.000 anak terpapar dan 777 anak meninggal dunia akibat Covid-19.

“Sejauh ini data akurat by name by adress terkait anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19 masih dalam proses pengumpulan oleh tim kami di lapangan,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dikutip dari laman resmi Kemensos, Jumat (6/8/2021) lalu.

  • Bagikan