Proyek Reklamasi Gencar di Batam, DPR RI Berharap Tidak Ganggu Kedaulatan

  • Bagikan
Ketua Pansus RUU Landas Kontinen Taufik Basari menerima cendramata dari Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina di gedung Graha Kepri, Senin (06/09/2021). (photo: W Asmeral)

TerasBatam.id: Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen DPR RI mengunjungi Provinsi Kepulauan Riau untuk menyerap aspirasi terkait penyusunan RUU yang akan mengantur tapal batas maritime dengan negara lain. Gencarnya proyek reklamasi di Batam yang berhadapan dengan Negara tetangga Singapura diharapkan tidak menggangu kedaulatan Indonesia.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen Taufik Basari, Senin (06/09/2021) mengatakan, walaupun berdasarkan Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen yang sedang dikerjakan oleh Pansus dan berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982 bahwa Landas Kontinen diukur dari wilayah asli dari sebuah pulau atau wilayah.

“kami harapkan reklamasi-reklamasi itu (reklamasi di Batam) tidak berpengaruh terhadap kedaulatan kita terhadap landas kontinen,” kata Taufik yang merintis karier sebagai pengacara sebelum terjun ke dunia politik.

Aktivis 98 ini memastikan bahwa proyek reklamasi itu tidak membuat wilayahnya menjadi melebar karena itu akan dihitung dari wilayah originalnya. Namun demikian pertambahan lebar luas wilayah di Batam tidak merugikan pihak lain.

“Dan Landas Kontinen ini juga berpengaruh dari lempeng yang akan diukur, sehingga kita akan mengukurnya dari kesatuan lempeng daratan yang ada tertutup air laut. Jadi tetap saja tidak berubah landas kontinennya,” kata Taufik lebih teknis.

Sejumlah proyek reklamasi, seperti terlihat di Kawasan Harbour Bay, Pelabuhan Bintang 99 di Batu Ampar, dan rencana perluasan di teluk Tanjung Uma kian semakin gencar dilakukan oleh pengembang disana. Wilayah yang berhadapan dengan Negara tetangga Singapura tersebut semakin lebar menuju laut lepas.

Bahkan bangunan-bangunan lama di sekitar Harbour Bay seperti saksi sejarah, betapa luas lahan yang telah direklamasi oleh pemiliknya, dari awal reklamasi yang masih sedikit hingga terus bertambah menjadi luas, kehadiran bangunan baru pengganti dari bangunan café-café sebelumnya menunjukkan bahwa areal reklamasi bertambah hingga beberapa kilometer ke laut.

 

 

  • Bagikan