Bakamla RI Kerahkan Dua Kapal dari Batam, Bukti Kehadiran Negara di Tengah Bencana
TERASBATAM.ID — Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Zona Barat secara resmi memberangkatkan 70 ton bantuan kemanusiaan menuju Lhokseumawe, Aceh, dari Pelabuhan Bintang 99 Batam, Kamis (11/12/2025). Bantuan ini dikirim menggunakan dua kapal patroli, KN Pulau Nipah 321 dan KN Pulau Dana 323, yang sekaligus menjalankan misi patroli keamanan laut di perairan strategis Selat Malaka.
Direktur Operasi dan Patroli Bakamla RI, Laksamana Muda Eko Wahyono, menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan sumbangsih kolektif dari masyarakat Batam, berbagai lembaga, organisasi, dan instansi yang peduli terhadap musibah banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera.
“Kami mewakili Bakamla RI menyampaikan terima kasih karena mendapatkan bantuan sosial dari berbagai kelembagaan, organisasi, dan masyarakat di Batam. Bantuan ini akan kami salurkan ke Sumatera, tepatnya di Lhokseumawe,” ujar Laksda Eko saat pelepasan.
Muatan 70 Ton dan Misi Double Track
Total bantuan yang diangkut mencapai sekitar 70 ton, terdiri dari bahan makanan, perlengkapan kebutuhan dasar, serta pakaian layak pakai yang telah disortir, dicuci (laundry), dan dikemas rapi. Perjalanan pelayaran diperkirakan memakan waktu dua hari.
Laksda Eko menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar distribusi logistik, melainkan wujud nyata kehadiran negara. “Kegiatan ini adalah bentuk dukungan negara dalam meringankan beban warga dan mempercepat penanganan bencana. Bakamla RI juga memiliki tanggung jawab moral memastikan akses bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah perairan Indonesia, termasuk daerah yang sulit dicapai,” tegasnya.
Untuk menjamin bantuan tepat sasaran, Bakamla melibatkan empat personel dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang turut serta dalam pelayaran menuju Aceh.
Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan, yang hadir dalam acara pelepasan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bakamla RI dan seluruh elemen masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa.
Iman menambahkan bahwa Bakamla sengaja menyiagakan salah satu kapal sebagai armada tambahan guna mengantisipasi dan mengangkut bantuan susulan dari masyarakat atau lembaga lain.
Pelepasan bantuan ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah, lembaga keamanan laut, dan masyarakat Kepri dalam mendukung percepatan penanganan bencana, sekaligus memastikan distribusi bantuan berlangsung aman melalui pengawasan di salah satu jalur laut tersibuk di dunia.
[kang ajank nurdin]


