Kejagung Tangkap DPO Kasus Surat Palsu Senilai Rp 38 Miliar di Batam

  • Bagikan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam Fauzi.

TerasBatam.id: Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI berhasil menangkap seorang buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Bali pada Jumat, (08/01/2021) di Batam. DPO bernama Tri Endang Astuti Binti Solex Sutrisno (48) ditangkap di sebuah perumahan elite di kawasan pasir putih, Batam Centre, Batam.

Penangkapan tersebut dipimpin oleh Dedie Triharyadi dari Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim dari Kejaksaan Negeri Batam. Saat penangkapan tidak ada perlawanan dari perempuan paruh bayah tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam Fauzi, Jumat (08/01/2021) mengatakan, penangkapan DPO Kejati Bali di Batam tersebut berdasarkan dari Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 557 K/Pid/2020 tanggal 30 Juni 2020 yang menyatakan bahwa yang bersangkutan terbukti melanggar Pasal 263 Ayat (1) KUHP dan Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP dalam perkara Tindak Pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat membuat suatu hak, perikatan, atau pembebasan hutang,atau yang diperuntukkan sebagai bukti sesuatu hal seolah-olah isinya benar pada proses jual beli Villa Bali Rich (PT. Bali Rich Mandiri) senilai 38 Milyar rupiah.

“DPO telah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan,” kata Fauzi.

Penangkapan Tri Endang Astuti Binti Solex Sutrisno (48) kelahiran Semarang tersebut tanpa perlawanan saat berada di kediamannya selama di Batam di Perumahan Tropicana Residence Blok C-2. Lokasi penangkapan DPO Kejati Bali ini merupakan salah perumahan mewah yang tertutup dengan penjagaan yang ketat di kawasan Batam Centre.

Penangkapan yang dilakukan oleh Tim Intelijen Kejagung RI dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Didie Tri Haryadi bukanlah orang asing di Batam. Didie merupakan mantan orang nomor satu di Kejari Batam pada periode Oktober 2018 hingga Agustus 2020 lalu.

  • Bagikan