TERASBATAM.ID — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau menerima kunjungan bisnis dari PT Granitor System APAC, Kamis (2/4/2026). Direktur perusahaan, Muhammad Luthfy, bertemu langsung dengan Ketua Umum Kadin Kepri, Ir Mustava, di kantor Kadin.
Kunjungan ini dinilai sebagai langkah awal yang baik dalam mempererat hubungan kerja sama, khususnya dalam mendorong pertumbuhan investasi serta pengembangan sektor industri dan teknologi di Kepri.
Ketua Umum Kadin Kepri, Ir Mustava, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak, serta berkontribusi dalam kemajuan dunia usaha di daerah.
PT Granitor System APAC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang instalasi, layanan, dan integrasi sistem otomasi serta IIoT (Industrial Internet of Things). Perusahaan ini adalah bagian dari Granitor Systems, grup perusahaan keluarga berbasis di Swedia, dan memiliki kantor di Tangerang Selatan serta Bandung.
“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan menjadi langkah awal yang sangat baik. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut,” ujar Mustava dalam pernyataannya.
Kadin Kepri optimistis kerja sama dengan perusahaan teknologi berskala internasional ini akan membuka peluang investasi dan transfer pengetahuan di sektor industri otomasi yang selama ini terus berkembang di wilayah Kepulauan Riau.
“Kunjungan ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk mendorong pertumbuhan investasi, khususnya pada pengembangan sektor industri dan teknologi. Kami berharap sinergi ini memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia usaha di daerah,” ujar Mustava.
Provinsi Kepulauan Riau, sebagai salah satu hub industri nasional, terus berupaya menarik minat perusahaan teknologi untuk menanamkan modal dan berbagi pengetahuan teknis (transfer of knowledge). Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing industri manufaktur lokal, tetapi juga membuka peluang pengembangan sumber daya manusia melalui program peningkatan keahlian di bidang teknologi masa depan.


