TERASBATAM.ID — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang meningkatkan pemantauan terhadap fluktuasi harga beras di Batam. Langkah ini diambil guna mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan pokok tersebut terhadap stabilitas ekonomi dan ketenangan masyarakat.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Perum Bulog, dan pemerintah daerah.
“Setiap saat kami memonitor perkembangan harga, tidak hanya beras tetapi juga bahan pokok penting lainnya. Kami berkoneksi dengan Bulog serta pemerintah kota,” ujar Anggoro, Selasa (7/1/2026).
Ia menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada pemantauan. Jika terjadi kenaikan signifikan, aparat bersama instansi terkait akan segera mengambil langkah konkret melalui kolaborasi lintas sektor.
“Ketika ada kenaikan, pasti ada langkah-langkah yang dilakukan. Ini bentuk kolaborasi Polri dengan instansi terkait,” jelasnya.
Anggoro mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi dinamika harga. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran.
“Masyarakat tidak perlu panik. Yang pasti, ketika itu terjadi, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah dan memiliki upaya antisipasi,” tegasnya.
Kapolresta juga menegaskan tidak akan mentolerir praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum nakal. Polisi akan menyelidiki toko atau pelaku usaha yang diduga menimbun barang untuk keuntungan pribadi.
“Untuk toko-toko atau oknum yang nakal, yang mungkin melakukan penimbunan, pasti akan kami lakukan penyelidikan,” katanya.
Ia berharap masyarakat aktif memberikan informasi jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan. Laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan pengecekan tim di lokasi.
“Harapannya ada informasi dari masyarakat sebagai input kepada kami. Nanti akan kami turunkan tim untuk mengecek kebenaran dari informasi tersebut,” kata Anggoro.
[kang ajank nurdin]


