Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad: Kita Antisipasi Karang Singa Jangan Sampai Lepas

  • Bagikan
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat diwawancara dengan sejumlah wartawan di sela-sela acara Sembang Media bersama dirinya di Hotel Harmoni, Senin (09/08/2021). (photo: Uda An)

TerasBatam.id: Jauh dari hiruk pikuk namun perhatian Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad terhadap wilayah Karang Singa II di Bintan Utara, Bintan, Kepulauan Riau yang saat ini diklaim sebagai wilayah Malaysia tidak diragukan lagi. Keseriusannya juga semakin terlihat saat membentuk Badan Pengelolah Perbatasan Provinsi Kepri dalam penyusunan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pada 18 Agustus 2021 lalu.

Perhatian terhadap Karang Singa II (Baca: Kepri Tanggapi Serius Klaim Malaysia)  bagi Ansar bukan saja sejak menjabat Gubernur awal tahun 2021 ini, tetapi juga sudah lebih dari 10 tahun terakhir saat dirinya menjabat Bupati Bintan.

Disela-sela acara Sembang Media Bersama Gubernur Kepulauan Riau untuk Kepri Makmur, Berdaya Saing dan Berbudaya yang digelar pada 9 Agustus 2021 lalu, politisi senior Partai Golkar dari Kepri ini berkesempatan menjawab kepada www.terasbatam.idsoal Karang Singa II tersebut.

Berikut petikan wawancara dengan ayah dari pelaksana tugas Bupati Bintan Roby Kurniawan ini.

 

Bagaimana dengan karang singa yang diklaim oleh Malaysia?

Itukan sudah mulai dibangun oleh pemerintah pusat, bangun tahap awal. Yang akan dibangun itu suar dan fasilitas lainnya. Mungkin tahun 2022 akan dilanjutkan lagi pembangunan disana, anggarannya besar juga itu.

Seberapa serius klaim Malaysia terhadap Karang Singa?

Kita mengantisipasi segala kemungkinan, siapa sangka Sipadan dan Ligitan dulu lepas? Karena berdekatan dengan wilayah itu ada Padra Branca dan South Ledge, itu satu sudah milik Singapore dan satu sudah milik Malaysia.

Karang Singa ini dekat dengan perbatasan Malaysia, itu ada Karang yang sudah diklaim Malaysia itu mereka tarok (tempatkan) kapal besar disitu, kapal rusak sebagai tanda disana.

Selanjutnya bagaimana dengan langkah pemerintah provinsi Kepri terkait hal itu?

Kita mendukung itu, kemarin Menteri meninjau dan apa semua kita dukung.

 

 

  • Bagikan