BerandaBatam RayaEvaluasi Kinerja ASN, Amsakar Siapkan "Gerbong" Baru Pemko Batam

Evaluasi Kinerja ASN, Amsakar Siapkan “Gerbong” Baru Pemko Batam

Amsakar : "...tidak usah melalui partai-partai tertentu untuk meminta tolong. Tidak usah melalui orang-orang tertentu, walaupun itu ada,"

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.id – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberikan sinyal kuat akan adanya perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Hal ini disampaikan Amsakar di Kantor Wali Kota Batam, Senin (21/04/2025), sebagai bagian dari upaya mencapai visi dan misi pemerintahannya secara efektif.

Amsakar menjelaskan bahwa setelah sekitar 24-25 hari kerja efektif pasca pelantikan, pihaknya merasa perlu untuk mengevaluasi kembali standar kepatutan, kecakapan, kompetensi, dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini mengemban tugas. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap individu yang diberdayakan mampu berkontribusi maksimal dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

“Kami ingin gerbong ini bergerak bersama untuk pencapaian misi dan visi kami, oleh sebab itu perlu dilihat kembali standar kepatutan dan kecakapan, kemudian kompetensi dan integritas dari masing-masing orang yang kita berdayakan untuk bersama kami membuat pemerintahan ini terselenggara dengan baik,” ujar Amsakar.

Lebih lanjut, Amsakar memberikan contoh konkret mengenai kemungkinan rotasi jabatan. Ia menyebutkan bahwa seorang pejabat yang saat ini bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bisa saja di kemudian hari ditempatkan di bidang pertanahan atau bahkan mengurusi pemakaman. Menurutnya, pemetaan kompetensi ASN yang akurat akan memungkinkan penempatan “the right man on the right place”.

BACA JUGA:  Polresta Barelang Kawal Ketat Logistik Pilkada Batam

“Endingnya itu, seperti misalnya hari ini pak Rudi Panjaitan hari ini di Kominfo, bisa saja berikutnya beliau Kabid Pertanahan, bisa saja kita suruh urus pemakaman, karena banyak orang meninggal sekarang ini. Maksudnya endingnya akan sampai ke sana, kalau kita tahu peta kompetensi ASN kita ini, Insya Allah the right man and right place, kita tempatkan orang pada tempat yang tepat,” tegasnya.

Amsakar menekankan bahayanya menempatkan individu yang tidak memahami pekerjaan yang diberikan, karena hal tersebut dipastikan tidak akan menghasilkan kinerja yang baik. Oleh karena itu, penugasan harus diberikan kepada ASN yang memiliki pemahaman mendalam tentang bidang tugasnya.

Selain evaluasi kinerja yang disebutnya sebagai job fit, Pemko Batam juga akan menerapkan fit and proper test bagi ASN yang akan menduduki jabatan yang lebih tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan SOTK Pemko Batam berjalan optimal dan pencapaian visi misi terlaksana. Penilaian kinerja akan dilakukan terhadap masing-masing personel.

Amsakar memperkirakan proses evaluasi dan penataan ulang ini akan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu ke depan. Ia mengisyaratkan kemungkinan munculnya wajah-wajah baru dalam jajaran Pemko Batam, atau bahkan “wajah lama yang bersemi kembali”, pergeseran posisi dari bawah ke atas atau sebaliknya, hingga kemungkinan “mengistirahatkan” sementara beberapa pejabat. Ia menyebut langkah ini sebagai penyegaran, rotasi, mutasi, dan promosi yang merupakan hal lumrah dalam birokrasi.

BACA JUGA:  96.07 % Penduduk Batam Terdaftar JKN, Batam Raih Predikat UHC

Kepada para pejabat, Amsakar berpesan untuk tidak meragukan integritasnya dan tidak perlu mencari bantuan dari pihak-pihak tertentu untuk mempertahankan atau mendapatkan jabatan. Ia menegaskan bahwa pendekatan berdasarkan kompetensi akan menjadi prioritas utama.

“Kepada para pejabat saya katakan jangan ragukan integritas kami, tidak usah datang untuk minta tolong, tidak usah melalui partai-partai tertentu untuk meminta tolong. Tidak usah melalui orang-orang tertentu, walaupun itu ada. Saya jika demikian bisa-bisa model begitu tidak mendapatkan porsi, karena kita maunya yang kompeten,” pungkasnya.

Amsakar juga berbagi pengalamannya selama berkarir di birokrasi, di mana ia hanya satu kali meminta jabatan, yaitu saat ingin menjadi Kepala Bagian Organisasi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), karena ingin mendalami ilmu tentang desain pekerjaan (job description) yang menurutnya sangat penting. Ia mengaku tidak menyukai praktik mencari-cari jabatan.

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...