TERASBATAM.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Kota Batam. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka kasus DBD, dan salah satu inovasi terbaru yang akan segera diterapkan adalah penyebaran nyamuk ber-Wolbachia.
Apa itu Wolbachia?
Wolbachia adalah bakteri alami yang dapat ditemukan pada beberapa jenis serangga, termasuk nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi Wolbachia memiliki kemampuan unik: mereka tidak lagi menularkan virus dengue. Selain itu, Wolbachia juga menyebabkan nyamuk betina menjadi mandul, sehingga populasi nyamuk Aedes aegypti dapat terkendali secara alami.
Penyebaran nyamuk ber-Wolbachia merupakan solusi alami dan berkelanjutan untuk mengatasi DBD. Metode ini telah terbukti efektif di berbagai negara, termasuk Singapura, yang menjadi rujukan bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (05/02/2025) menjelaskan bahwa program Wolbachia ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka kasus DBD di Batam.
“Tahun ini kita anggarkan untuk nyamuk Wolbachia seperti di Singapura, mungkin tahun depan kita mulai sebar nyamuk itu,” ujarnya.
Bagaimana Cara Kerja Wolbachia?
Nyamuk Aedes aegypti betina yang terinfeksi Wolbachia akan mewariskan bakteri ini kepada keturunannya. Dengan demikian, semakin banyak nyamuk yang terinfeksi Wolbachia, semakin kecil potensi penularan virus dengue.
“Tujuannya agar nyamuk betina yang ada mandul, gak bertelur,” jelas Didi Kusmarjadi. “Anggarannya baru dianggarkan tahun ini, jadi tahun 2026 jalan.”
Dinkes Kota Batam telah melakukan berbagai persiapan untuk menjalankan program ini. Mereka telah mempelajari keberhasilan Singapura dalam menerapkan metode Wolbachia, dan tahun ini fokus pada persiapan teknis dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Sebenarnya dari Konjen Singapura itu sudah menawarkan dari tahun kemarin untuk kita pergi ke Singapura untuk belajar tentang nyamuk Wolbachia, cuma anggaran tidak di bantu. Cuma di fasilitasi saja, biar bisa berkunjung,” kata Didi.
Selain mempersiapkan program Wolbachia, Dinkes Kota Batam juga terus menjalankan program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sebagai langkah preventif lainnya.
“Jumantik itu justru yang menjadi penekanan kita bahwa DBD ini kuncinya di pembasmian sarang nyamuk dan kita cegah nyamuk itu supaya tidak berkembang,” ujar Didi.
Obat pembunuh jentik nyamuk (abate) juga tetap tersedia gratis di puskesmas terdekat untuk membantu masyarakat memberantas sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.
Kasus DBD di Batam
Kasus DBD di Kota Batam menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tahun 2024. Data mencatat 871 kasus dengan 14 kematian, meningkat tajam dibandingkan tahun 2023 yang hanya 392 kasus. Dengan adanya program Wolbachia, diharapkan angka kasus DBD dapat ditekan dan masyarakat Batam dapat terlindungi dari penyakit ini.
[rma]


