Deadline Diperpanjang, Warga Gelar Berbagai Aksi Tolak Relokasi

TERASBATAM.ID: Walaupun batas waktu pendaftaran maupun pengosongan lahan dan rumah warga Rempang diperpanjang oleh Badan Pengusahaan Batam, namun warga-warga di sejumlah kampung tua yang terdampak relokasi menggelar sejumlah aksi sebagai penegasan penolakan relokasi maupun pergeseran tempat tinggal mereka.

Berdasarkan pengamatan langsung www.terasbatam.id di Pulau Rempang, sejumlah Warga dari 16 titik kampung tua di Rempang yang  terus gencar menggelar aksi sebagai bentuk penolakan relokasi yang tengah diupayakan oleh BP Batam.

Warga Kampung Pasir Panjang, Kalurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang di Pulau Rempang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sekaligus menyatakan sikap Penolakan penggusuran di Posko Bantuan Hukum Solidaritas Nasional untuk Rempang.

Tidak seperti biasanya Memang  warga kampung tua  Pasir Panjang memperingati Maulid Nabi justru di Posko Bantuan Hukum Solidaritas Nasional Untuk Rempang bukan di Mesjid, hal ini dikarenakan kondisi warga Pasir Panjang yang masih berduka, menerima kenyataan kampungnya diusik dan direncanakan digusur.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini diawali dengan arakan-arakan. Warga berjalan dengan membawa Bunga Mayang, Pulut Paha (telur rebus yang diikat ke bunga yang ditancapkan ke beras ketan berwarna kuning dalam wadah).

Bunga Mayang dan Pulut Paha ini selalu hadir dalam setiap kegiatan adat Masyarakat Melayu. Seperti Khataman Al-quran, Upacara Pernikahan, Sunatan dan kegiatan adat lainnya.

Hadirnya simbol Adat Melayu dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriyah ini, menandakan eksistensi Masyarakat Melayu di Pasir Panjang dan Pulau Rempang.

Prosesi selanjutnya, warga yang berjalan dengan membawa simbol Melayu ini kemudian duduk melingkari area utama acara. Di sana ada pembacaan Ayat Suci Al-Quran setelah pembukaan dan sambutan.

Acara ini adalah proses pembacaan Maulid yang dilakukan secara bergantian oleh masyarakat yang hadir. Berlanjut dengan melantunkan Shalawat bersama-sama.

Shalawat dibacakan dalam posisi berdiri, salah satu warga berkeliling membagikan telur dan beras ketan kuning kepada semua peserta. Disusul warga lain yang membawa kembang dan menyemprotkan parfum kepada peserta yang sudah menerima telur.

Tidak hanya Warga Kampung Pasir Panjang, warga dari kampung-kampung lain juga datang ke lokasi acara ini. Warga Kampung Tanjung Banun, Monggak, Kampung Baru dan beberapa kampung lain di Pulau Rempang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad 1445 Hijriyah ini.

Dalam serangkaian acara, warga Pasir Panjang berharap agar tidak direlokasi ataupun di geser ke kampung lainnya karena tidak ingin kehilangan jejak sejarah kampung melayu seperti ungkapan petuah.

Dalam pembukaannya   Kepala RW 03, Pasir Panjang, Rempang Cate  Rijan menyampaikan  dalam kondisi memprihatinkan ini masih tetap bersyukur dapat  menggelar  acara besar Islam Maulid Nabi sebagai rangkaian Kebudayaan Melayu yang kenal dengan nuasa  religi.

” Dengan mengadakan ini tidak dapat memeriahkan yang sering kita laksanakan seperti biasa,  Kita tetap kompak dalam bersama- sama” ungkap Rijwan.

Ia berharap kepada warga Pasar panjang khususnya dan 16 titik kampung tua selalu bermunajat  dan berdoa di jauhkan dari musibah – musibah ,  fitnah  dan tekanan – tekanan dalam posisi seperti ini.

Hal yang sama juga bentuk aksi pernyataan sikap juga digelar di Kampung tua pasir merah Sembulang Tanjung, Warga menyatakan tetap menolak keras.

” Walaupun kabar yang ditentukan 28 September 5 titik kampung tua di Rempang harus kosong ternyata Batam, tapi kami tetap waspada dan tetap menolak di gusur walupun sejengkal,” ungkap Rohimah.

Ia membantah bahwa bagian besar warga Sembulang khususnya, sudah mendaftar ke BP Batam untuk di relokasi.

” Memang ada dari warga pendatang dan keluarga PNS dan Pekerja BP Batam, sekitar 3 keluarga yang mendaftar dan pindah,” ucap Rohimah.

Secara keseluruhan warga tetap menolak walaupun harus berjuang dengan sendiri – sendiri tanpa pakai Kekerabatan Masyrakat Adat Tempatan (Keramat)  mempertahankan kampungnya masing.

Sementara Itu dari  lembaga  Bantuan Hukum (LBH)  Solidaritas Nasional  Noval mengungkapkan warga Pasir Panjang , Rempang Cate menggelar maulid Nabi Muhamad di Posko Batuan Hukum Solidaritas Nasional sebagai bentuk aksi kekeh Penolakan  warga  pasir panjang terhadap penggusuran.

“Dan kegiatan ini menunjukan warga pasir panjang menunjukan adat istiadatnya  dengan acara yang mereka buat , ” kata Noval.

Selain itu Noval menegaskan Solidaritas Nasional Bantuan Hukum bagi Rempang  akan tetap melakukan bantuan dan  pendampingan hukum terhadap warga terhadap Hak -haknya.

” hingga saat ini sudah ratusan warga yang mengajukan untuk pendampingan atas penolakan  penggusuran, bahkan dari LBH solidaritas nasional akan menambahkan posko – posko baru, yang sebelumya sudah 5 dibuka,” ucap Noval.

Adapun  dalam kegiatan ini tidak hanya Warga Kampung Pasir Panjang, warga dari kampung-kampung lain juga datang ke lokasi acara ini. Ada Warga Kampung Tanjung Banun, Monggak, Kampung Baru dan beberapa kampung lain di Pulau Rempang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad 1445 Hijriyah ini.

Dalam serangkaian acara, warga Pasir Panjang berharap agar tidak direlokasi ataupun di geser ke kampung lainnya karena tidak ingin kehilangan jejak sejarah kampung melayu seperti ungkapan petuah.