Buruh Batam Tolak Keras Kenaikan Tarif Listrik

TERASBATAM.ID: Sejumlah serikat pekerja di Kota Batam akan menggelar aksi unjukrasa pada Senin (08/07/2024) mendatang dalam rangka menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik yang diumumkan oleh PT PLN Batam.

“Ditengah ekonomi sulit, susah mencari kerja, gelombang PHK dimana mana, tidak tepat tarif dasar listrik dinaikkan. Hal ini menambah beban ekonomi masyarakat batam dan kaum buruh,” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Yafet Ramon, Rabu (3/7/2024).

Ia menilai pada akhir 2023 lalu harga gas LPG 3kg naik hampir 30%, tarif parkir naik 100% dan PPH21 naik diawal tahun. Bertambah lagi, lanjut dia, dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik dari 6 persen hingga 9% yang menjadi beban buruh.

“Oleh sebab itu kami menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik dan akan mendatangi kantor PLN Batam dan Kantor Pemko Batam sekaligus penolakan terhadap Omnibuslaw UU cipta kerja yang mana pada hari Senin tersebut akan berlangsung sidang terakhir uji materi di MK,” katanya.

Aksi penolakan ini didasari oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Kondisi Ekonomi Sulit: Di tengah situasi ekonomi yang sulit, dengan minimnya lapangan pekerjaan dan gelombang PHK, kenaikan tarif listrik dinilai akan memperberat beban masyarakat, terutama buruh.
  • Kenaikan Tarif Lainnya: Pada akhir 2023 lalu, harga gas LPG 3kg naik hampir 30%, tarif parkir naik 100%, dan PPH21 naik di awal tahun. Beban masyarakat dan buruh semakin terasa dengan rencana kenaikan tarif listrik ini.
  • Ketidaktepatan Waktu: Kenaikan tarif listrik dirasa tidak tepat waktu, di saat masyarakat masih berjuang dengan berbagai kenaikan harga dan kondisi ekonomi yang sulit.

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam menyatakan bahwa mereka akan mendatangi kantor PLN Batam dan Kantor Pemko Batam untuk menyampaikan penolakan mereka. Selain itu, mereka juga akan memanfaatkan momen sidang terakhir uji materi Omnibus Law di Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari yang sama untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Penjelasan PLN Batam:

Di sisi lain, PT PLN Batam menjelaskan bahwa penyesuaian tarif diberlakukan untuk 11 golongan tarif yang sejak tahun 2017 belum pernah ada penyesuaian. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan listrik yang berkeadilan dan untuk menjaga daya saing industri di Batam.

Direktur Utama PLN Batam, M. Irwansyah Putra, menyatakan bahwa langkah ini juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Batam yang terus meningkat dan proyeksi peningkatan kebutuhan listrik di tahun 2024 mencapai 10-15%.

Kenaikan tarif diberlakukan untuk 11 golongan tarif dari 23 golongan tarif pelanggan, dengan besaran kenaikan bervariasi antara 6% hingga 9%.

Dampak Kenaikan Tarif:

Kenaikan tarif listrik dikhawatirkan akan berdampak pada:

  • Peningkatan inflasi: Kenaikan tarif listrik dapat memicu inflasi, yang pada akhirnya akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.
  • Penurunan daya beli: Masyarakat dengan daya beli rendah akan semakin terbebani dengan kenaikan tarif listrik, yang dapat berakibat pada penurunan daya beli mereka.
  • Penurunan aktivitas ekonomi: Kenaikan tarif listrik dapat menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi, terutama bagi sektor industri kecil dan menengah.

 

[Laporan: Rom]