Antisipasi Kejahatan Transnational Crime di Kepri, Mabes Polri BKO 9 Kapal Patroli

  • Bagikan
Head of Baharkam Police Headquarters Commissioner General (Komjen) Pol Arief Sulistiyanto (holding up the mic) in a press conference aboard the Police Ship (KP) Bisma 8001, Tuesday (31/08/2021). Behind him the perpetrators of IUU Fishing in the North Natuna Sea. (F Pangestu)

TerasBatam.id: Untuk mengamankan wilayah Laut di Kepulauan Riau, khususnya di Laut Natuna Utara yang sarat dengan kejahatan Illegal, Unreported and unregulated (IUU) Fishing) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Mabes Polri menempatkan 9 Kapal Patroli berbagai jenis dibawah kendali operasi (BKO) Polda Kepulauan Riau.

Kepala Baharkam Mabes Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Arief Sulistiyanto dalam Konferensi Pers di atas Kapal Polisi (KP) Bisma 8001, Selasa (31/08/2021) mengatakan, sejak lama Mabes Polri menempatkan 9 unit kapal patroli di Kepri yang bertugas untuk mengamankan wilayah laut di perbatasan dari berbagai aksi kejahatan lintas batas (transnational crime).

“Seluruh kapal di BKO (Bawah Kendali Operasi) di Kepolisian daerah (Polda) Kepulauan Riau, operasionalnya tergantung kepada Kapolda, beliau yang mengendalikan,” kata Arief yang pernah bertugas sebagai Kapolresta Tanjungpinang.

Menurut Arif, selain menempatkan 9 kapal patroli berbagai jenis dan ukuran tersebut, Mabes Polri juga mengangkat seorang perwira tinggi berbintang 1 sebagai supervisor atas kendali terhadap pergerakan kapal-kapal patroli tersebut.

“Tugasnya untuk semua pengamanan wilayah laut. Kapal patroli tersebut mengisi tugas-tugas PSDKP, Bea Cukai dan TNI AL, kami berkolaborasi,” kata Arief.

Namun Arief tidak meng-elaborasi lebih detil apakah penempatan kapal-kapal patroli tersebut terkait dengan eskalasi laut natuna utara yang semakin dinamis dengan manuver dari negeri tirai bambu.

“Tugasnya untuk semua pengamanan wilayah laut,” kata Arief.

Sementara itu Direktur Kepolisian Perairan Brigjen Pol Yasin Kosasih mengatakan, terdapat dua kapal tipe A yang secara rutin ke Laut Natuna Utara yaitu KP Bisma dan KP Yudistira karena secara profil kedua kapal yang mampu berlayar ke Natuna, sedangkan 7 kapal lainnya bergerak di wilayah Kepri.

“Saat-saat tertentu mereka menyebar di wilayah laut kepri yang dinilai rawan terhadap gangguan keamanan, dan saat tertentu seluruhnya berkumpul di pelabuhan Batu Ampar ini,” kata Yasin yang lama bertugas sebagai Dirpolairud Polda Kepri.

Pada tanggal  27 Agustus 2021 lalu, Kapal Patroli Mabes Polri berhasil menangkap 4 unit kapal ikan asal Vietnam di Laut Natuna Utara. Kapal tersebut melakukan IUU di perairan teritori Indonesia dengan barang bukti lebih dari 2 ton ikan hasil tangkapan di perairan Natuna tersebut.

  • Bagikan