56 Eks Penyidik KPK Akan Kemana?

TerasBatam.Id: Ditengah banyak orang kehilangan pekerjaan karena pandemi yang membuat ekonomi nyaris shutdown, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat 56 orang eks penyidiknya bukan karena sebab itu tetapi karena tak lulus Test Wawasan Kebangsaan (TWK).
 
Mereka orang-orang berpengalaman dengan jam terbang yang cukup lama dibidang pengungkapan rasuah, dan sudah memberikan sumbangsih luar biasa untuk negeri ini.
 
Ketika Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dibubarkan karena masalah krisis moneter dalam negeri, para ahlinya yang tak lagi memiliki pekerjaan berlompatan ke industri sejenis di negara lain. Wajar dan alami, karena periok nasi memang harus terus diisi. Tak peduli apakah tempatnya bekerja sekarang itu adalah saingan IPTN tempatnya bekerja dahulu, tidak saja saingan secara corporasi tetapi juga secara negara.
 
Dalam obrolan ngalor ngidul dengan seorang teman kami juga sempat membahas tentang kemana 56 eks penyidik KPK itu akan melanjutkan kehidupannya kedepan.
 
“bagaimana jika seandainya calon koruptor besar atau pengusaha yang pengen “corruption safe” mempekerjakan sebagian dari eks penyidik itu sebagai senior advisor dengan iming-iming yang luar biasa?” kataku.
 
“bisa saja, mungkin karena pengalamannya mereka punya modul bagaimana melakukan langkah langkah aman dalam mengambil uang rakyat,” tambahnya.
 
“mungkin cukup satu atau dua orang saja, mereka tidak perlu muncul cukup memberikan panduan, jadi seperti tim penjinak gitulah,” ujarku semakin ngacoh.
 
Negara memang sepertinya melepaskan mereka, membiarkan orang-orang yang punya integritas dan loyalitas terhadap pengungkapan kasus “big fish” itu terusir dari rumah besar mereka, yaitu KPK.
 
Semoga Integritas dan loyalitas pada kepentingan yang besar tetap teguh dimiliki eks penyidik KPK itu. karena jika tidak, antitesis seperti obrolan tadi setiap saat mengintai mereka,  keahlian dan pengalaman mereka unik, tak semua orang memilikinya, bahkan dengan latar belakang yang sama sekalipun.