1.204 Siswa Terganjal Kuota, Wali Kota Batam Dorong Kolaborasi Sekolah Swasta

TERASBATAM.ID: Ribuan siswa di Batam gigit jari setelah dinyatakan tak tertampung di sekolah negeri pilihan mereka. Menyikapi hal ini, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melontarkan solusi kreatif dan mendorong kolaborasi dengan pihak sekolah swasta.

“Bagi orang tua yang mampu, kita sarankan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Mutu pendidikannya pun tak kalah baik,” ujar Rudi di Batam Center, Rabu (03/07/2024).

Rudi tak menampik keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Oleh karena itu, ia mengarahkan fokus pada pendataan ulang siswa yang tak tertampung, dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua. Bagi siswa yang tetap ingin ke sekolah negeri, Rudi berjanji mencarikan solusi.

“Kita akan carikan solusi agar mereka bisa masuk sekolah negeri,” tegasnya.

Harapan Rudi tak berhenti di situ. Ia ingin siswa bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta Batam. Alasannya, Pemko Batam telah memberikan insentif kepada guru-guru di sekolah swasta. Insentif ini diharapkan dapat mendorong yayasan sekolah swasta untuk membantu siswa kurang mampu.

“Yayasan tak perlu memberikan insentif lebih kepada guru. Melainkan, bisa membantu meringankan biaya masuk atau SPP bagi siswa,” saran Rudi.

Langkah selanjutnya, Rudi berencana duduk bersama pihak sekolah swasta dalam waktu dekat. Tujuannya, mencari solusi agar siswa tak terpusat pada sekolah negeri.

“Kita akan bahas soal biaya pendidikan di sekolah swasta yang konon lebih mahal. Saya tunggu laporan dari Disdik terkait jumlah siswa yang bersikeras ke sekolah negeri,” tandasnya.

Sebelumnya, diberitakan sebanyak 1.204 siswa tak tertampung di SMP negeri. Jumlah ini berbanding terbalik dengan 12.206 siswa yang berhasil lolos.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, turut mengimbau agar siswa yang tak tertampung mempertimbangkan sekolah swasta.

“Kami sarankan ke swasta. Kalau ke sekolah negeri tidak akan tertampung semua,” kata Wahyu.

Data Disdik Batam menunjukkan, kuota daya tampung online untuk SMP hanya 13.040 siswa, dari total 326 rombongan belajar (rombel). Sementara, jalur afirmasi menampung 15% (1.956 siswa), jalur prestasi 30% (3.912 siswa), jalur zonasi 50% (6.520 siswa), dan jalur perpindahan 5% (652 siswa).

Upaya Wali Kota Batam untuk mengatasi kesenjangan daya tampung ini patut diapresiasi. Solusi kreatif dan kolaborasi dengan sekolah swasta diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh siswa di Batam.

Sebelumnya Disdik Kota Batam memberi warning bahwa ribuan siswa di Batam terancam tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP Negeri. Hal ini dikarenakan jumlah siswa yang tak tertampung mencapai 1.204 orang, sementara daya tampung SMP Negeri di Batam hanya 13.040 siswa.

Pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Batam diumumkan pada Selasa (02/07/2024). Pengumuman dapat diakses melalui website https://ppdbbatam.id dan Whatsapp.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto kepada www.terasbatam.id, Selasa (02/07/2024), mengimbau agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri untuk memilih sekolah swasta.

“Kami sarankan ke swasta. Kalau ke sekolah negeri tidak akan tertampung semua juga. Tapi kami tetap menunggu arahan Pak Wali Kota Batam, (Muhammad Rudi),” kata Wahyu.

[Laporan : RMA]