TERASBATAM.id: Kota Batam mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,76 persen pada September 2024. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga di hampir seluruh sektor, terutama perawatan pribadi dan jasa lainnya, transportasi, serta makanan, minuman, dan tembakau.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks delapan kelompok pengeluaran,” ujar Eko Aprianto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi, yaitu 8,45 persen. Kenaikan harga emas perhiasan dan produk perawatan wajah menjadi penyumbang utama inflasi pada kelompok ini.
Diikuti oleh kelompok transportasi yang mengalami inflasi 4,08 persen. Kenaikan tarif angkutan udara dan tarif parkir menjadi pemicu utama inflasi di sektor ini.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan andil inflasi sebesar 3,44 persen,” tambah Eko. Kenaikan harga beras, sayuran, dan daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi pada kelompok ini.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; pakaian dan alas kaki; kesehatan; serta penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mengalami kenaikan indeks.
Di sisi lain, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta pendidikan mengalami deflasi.
Eko menambahkan, inflasi y-on-y September 2024 lebih tinggi dibandingkan September 2023 yang sebesar 2,12 persen. Namun, lebih rendah dibandingkan September 2022 yang mencapai 6,87 persen.


