BerandaOpiniNegeri Dagang, Rakyat Meradang: Tiket Mahal, Tol 'Sultan'

Negeri Dagang, Rakyat Meradang: Tiket Mahal, Tol ‘Sultan’

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.id – Janji manis Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, soal tiket mudik murah, lagi-lagi berujung pahit. Seperti lotre, hanya segelintir yang beruntung. Selebihnya, gigit jari. Harga tiket pesawat, dan moda transportasi lain di Indonesia, tetap meroket, mencetak rekor sebagai yang termahal di dunia. Misteri mahalnya tiket ini pun belum terpecahkan.

Coba tengok negeri jiran, Malaysia. Maskapai premium seperti Malaysia Airlines, Batik Air (OD), dan Air Asia, menawarkan tiket penerbangan satu jam dengan harga Rp 170 ribu hingga Rp 500 ribu. Mimpi di siang bolong bagi kita. Tiket bus lima jam di sana pun hanya Rp 115 ribu, dengan fasilitas yang jauh lebih manusiawi. Ironis, bukan? Pendapatan per kapita kita cuma separuh Malaysia, tapi harga-harga kebutuhan melambung tinggi, seolah tak ada kendali.

Pemerintah, alih-alih pelayan rakyat, justru bertransformasi menjadi pedagang. Berdagang dengan rakyatnya sendiri, dengan harga selangit. Seorang sopir taksi daring, lulusan S-2 pertanian di Malaysia, geleng-geleng kepala melihat fenomena ini. “Kenapa sepeda motor dilarang masuk jalan tol di Indonesia?” tanyanya, penuh keheranan.

BACA JUGA:  Hukum Pernikahan Sesama Jenis di Indonesia

Jalan tol, yang dibangun dengan uang rakyat, hanya dinikmati segelintir orang kaya. Sementara, jutaan pengendara motor, yang juga membayar pajak, terpinggirkan. Di Malaysia, motor bebas masuk tol, bahkan gratis. “Kenapa pemilik motor di Indonesia tidak bersatu untuk menggugat peraturan itu?” ujarnya, retoris.

Tarif tol di Indonesia pun bikin geleng-geleng kepala. Perjalanan lima jam bisa menguras kocek Rp 500 ribu. Bandingkan dengan Malaysia, tol terpanjang dari Perlis ke Kuala Lumpur, hanya Rp 192 ribu. “Saya rasa di negeri encik itu rasuah nya luar biasa, berkat Tuhan pun menjadi jauh,” kata sopir taksi itu, sinis.

Kita hanya bisa manggut-manggut, menahan malu. Seperti orang miskin yang belanjaannya lebih mahal dari orang kaya. Janji DPR soal motor masuk tol pun hanya jadi lelucon. “Iya, tapi motor 500 cc ke atas, alias Harley Davidson dan kawan-kawan,” jawab kita, pahit. “Wkwkwkw… memang negeri awak nih nampaknya orang kaya dapat privilege yang luar biasa ya,” timpalnya, sarkastis.

BACA JUGA:  Garis Kemiskinan Naik, Jumlah Penduduk Miskin di Batam Bertambah

Negeri ini, memang negeri dagang. Dagang dengan rakyatnya sendiri, dengan harga mencekik. Rakyat meradang, sementara para “sultan” berpesta pora. Kapan semua ini akan berakhir?

Latest articles

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

Konjen Singapura Puji Perubahan Pola Pelayanan BP Batam

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang, memberikan apresiasi terhadap pesatnya...

More like this

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...