TERASBATAM.ID – Tokoh masyarakat Batam yang juga berpengalaman di kursi legislatif selama 20 tahun, Yudi Kurnain, menyoroti kredibilitas Direktur Utama PT PLN Batam yang baru, Kwin Fo. Menurut Yudi, penunjukan Kwin Fo yang disebutnya “bukan dari kalangan internal PLN” telah berdampak pada penurunan kualitas layanan kelistrikan dan menimbulkan keraguan publik.
Yudi Kurnain menyatakan, penurunan layanan PLN Batam terasa langsung oleh masyarakat, termasuk dirinya. Ia mencontohkan, kebun dan tambak ikan miliknya sempat menjadi korban pemadaman listrik tanpa pemberitahuan selama lebih dari lima jam. “Kalau listrik mati di atas lima jam, wah mati, Pak. Bahaya. Tanpa pemberitahuan, tanpa pengabaran. Selama ini kan profesional dikabari listrik ada mati. Sekarang ini hilang profesionalitas itu,” ujar Yudi kepada www.terasbatam.id, Selasa (13/05/2025).
Menurut Yudi, kondisi ini tak lepas dari latar belakang Direktur Utama PLN Batam yang baru. “Direktur yang sekarang melaksanakan ini kan orang bukan dari kalangan internal, lewat sesuatu yang tidak dipersiapkan. Ini menjadi pertanyaan publik, sehingga jawabannya kondisi seperti ini,” kata Yudi.
Ia menambahkan, rekam jejak Kwin Fo disebut sulit ditemukan, bahkan melalui pencarian di internet sekalipun, yang semakin memperkuat keraguan masyarakat akan kompetensinya.
Yudi mendukung upaya pemberantasan korupsi yang digaungkan Kwin Fo, namun menegaskan bahwa hal itu tidak boleh mengganggu tugas pokok PLN Batam dalam memberikan layanan kelistrikan kepada masyarakat.
“Masalah statement-nya mau bongkar korupsi, kita dukung. Tapi jangan untuk menutup layanan yang rusak ini, yang turun ini. Jadi bukan masalah siapa pun kita dukung mau bongkar korupsi. Ada tahapannya, ada mekanismenya,” tutur mantan anggota DPRD Provinsi Kepri itu.
Ia mengingatkan, jabatan Direktur Utama PLN Batam adalah jabatan publik karena mengelola uang masyarakat melalui yang dipungut dari setiap pembayaran listrik. Oleh karena itu, pengelolaannya harus transparan dan profesional.
“Yang disebut jabatan publik itu orang-orang yang memungut, digaji, fasilitasnya dari publik. Apalagi sekarang ada undang-undang yang melarang (menuntut pencemaran nama baik) karena Anda digaji oleh publik,” tegas Yudi.
Terkait isu bahwa Kwin Foo merupakan adik dari Wakil Wali Kota Batam, Yudi menyatakan bahwa jika memang benar, maka ini menjadi kesempatan bagi yang bersangkutan untuk membuktikan kemampuan dalam melayani masyarakat.
“Kalau memang dia adiknya Wakil Wali Kota, ya sudah buktikan bahwa dia mampu melayani dengan baik. Walaupun dia adiknya,” ujarnya.
Masyarakat Batam, khususnya para tokoh dan perintis, kata Yudi, sangat memahami bahwa pengelolaan kelistrikan di Batam yang merupakan kawasan khusus, menuntut profesionalisme dan kesiapan SDM yang tinggi.
“PLN punya perencanaan matang tentang bagaimana listrik tidak mati setahun ke depan. Kalau ini, mereka (masyarakat) tidak mengerti karena bukan bidangnya dia,” pungkas Yudi.
Yudi juga menerima informasi dari internal PLN pusat bahwa proses pergantian Direksi PT PLN Batam dari pejabat sebelumnya kepada Kwin Fo dilakukan mendadak bahkan tanpa diketahui oleh internal PLN Pusat.
”serah terima jabatan dilakukan melalui zoom meeting, mendadak perintah dari BUMN,” kata Yudi.
Manager Humas PT PLN Batam Novi Hendra yang dihubungi www.terasbatam.id, Senin (28/04/2025) lalu menolak memberikan komentar terkait pernyataan Dirut PT PLN Batam yang akan melaporkan kasus korupsi di Internal, sebab pernyataan itu bukan merupakan press release yang diterbitkan oleh pihaknya.
“Karena rilisnya (Press Release-red) bukan dari kami tidak bisa komen (komentar) pak,” kata Novi.
Sorotan soal afiliasi Kwin Fo dengan Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra, yang dikenal sebagai kader Partai Gerindra. Informasi ini mencuat dari sumber www.terasbatam.id.
Ketika dikonfirmasi mengenai latar belakang Kwin Fo, Humas PLN Batam membenarkan adanya hubungan kekerabatan antara Dirut baru dengan Wakil Walikota Batam.
“Kalau latar belakang partai mohon maaf saya kurang tahu Mas. Kalau adiknya Ibu Li (Li Claudia Chandra) saya dengar informasinya iya,” ujar seorang staf Humas PLN Batam, Selasa (08/04/2025) lalu.


