TERASBATAM.ID — Kobaran api melalap sejumlah pohon di kawasan hutan yang berada di seberang Perumahan Cendana, tidak jauh dari Gardu Induk PLN Batam Batu Besar, Minggu (22/3/2026) sore. Api terlihat jelas dari Jalan Raya Jenderal Sudirman, ruas menuju Simpang Kepri Mall dari arah bandara, saat hari mulai gelap sekitar pukul 18.30 WIB.
Sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran berukuran besar dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Satu unit berjibaku dari sisi pinggir jalan, sementara dua unit lainnya masuk lebih dalam ke area hutan yang terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab maupun luas area yang terdampak kebakaran hutan tersebut.
Petugas prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan, pada Sabtu (21/3/2026) terpantau tiga titik panas (hotspot) di wilayah Batam—sehari sebelum kebakaran terjadi.
Berdasarkan peta sebaran titik panas BMKG, ketiga titik tersebut terdeteksi di wilayah Kepulauan Riau dan berdampak pada penurunan jarak pandang di Bandara Hang Nadim Batam.
“Asap teramati di kawasan bandara pada sore hari kemarin, mempengaruhi jarak pandang pesawat untuk take off dan landing,” ujar petugas prakirawan BMKG.
Penurunan jarak pandang akibat asap kebakaran hutan menjadi perhatian serius bagi pengelola bandara dan otoritas penerbangan. Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu bandara tersibuk di kawasan barat Indonesia, melayani ribuan penumpang setiap harinya, terutama di masa mudik Lebaran seperti saat ini.
Belum ada laporan mengenai pembatalan atau penundaan penerbangan akibat insiden ini. Namun, pihak BMKG mengimbau pengguna jasa penerbangan dan masyarakat umum untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG.


