TERASBATAM.id: Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang tahun 2024. Data terbaru menunjukkan terdapat sembilan kasus yang dilaporkan, dengan sebagian besar pelaku berasal dari lingkungan terdekat korban.
Pendamping korban UPTD PPA Kepri, Tetmawati Lubis, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kasus-kasus ini, terutama yang melibatkan anak di bawah umur. Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah kekerasan terhadap seorang anak berusia 13 tahun yang dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri. Kasus ini saat ini masih dalam proses persidangan.
“Kasus ini yang ditangani oleh Polda Kepri, belum catatan dari laporan kasus di setiap Polsek dan Polresta jajaran,” kata Butet, sapaan akrab Tetmawati Lubis kepada www.terasbatam.id, Jumat (13/12/2024).
Butet menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai perlindungan anak dan perempuan. “Banyak korban yang merasa takut dan malu untuk melaporkan kasus yang dialaminya,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya kasus kekerasan, terutama terhadap anak-anak.
“Edukasi dan keberanian untuk melapor dianggap menjadi langkah awal yang penting dalam memutus rantai kekerasan,” tegas Butet.
Fakta bahwa sebagian besar pelaku kekerasan adalah orang terdekat korban menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber ancaman. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
UPTD PPA Kepri terus berupaya memberikan pendampingan kepada korban kekerasan. Namun, Butet mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam memberikan dukungan psikologis kepada korban yang mengalami trauma mendalam.
“Kami memohon kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan perlindungan maksimal dan dukungan kepada para korban, karena mereka membutuhkan keadilan dan pendampingan untuk memulihkan kondisi mereka,” kata Butet.
[rma]


