BerandaKepriJelang Nataru: Kepri Waspada Cabai dan Beras, Kecepatan Digitalisasi Disorot

Jelang Nataru: Kepri Waspada Cabai dan Beras, Kecepatan Digitalisasi Disorot

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperketat langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini ditegaskan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad di Kantor Gubernur, Dompak, Senin (24/11/2025).

Gubernur Ansar menyatakan bahwa meski inflasi Kepri pada Oktober 2025 masih terkendali di level 3,01% (year-on-year), tekanan harga berpotensi meningkat akibat cuaca ekstrem dan lonjakan permintaan akhir tahun. Komoditas yang paling diwaspadai adalah cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras. Ansar menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera memperbarui neraca pangan dan memastikan kelancaran distribusi barang pokok guna menjaga stabilitas harga.

Di samping isu inflasi, Gubernur Ansar juga menyoroti penurunan tipis pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kepri. Ia meminta seluruh OPD untuk menggenjot pemanfaatan kanal pembayaran digital, seperti QRIS dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto, menambahkan bahwa kinerja ekonomi Kepri menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 7,48% (yoy), didorong oleh lonjakan transaksi QRIS yang mencapai Rp9,04 triliun sepanjang Januari-Oktober 2025.

BACA JUGA:  Soal Pembangunan Karang Singa, Ketua DPRD Kepri Akan Cek RPJMD Gubernur

Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyatakan optimisme bahwa inflasi Nataru dapat dijaga di bawah target 3,5%. Optimisme ini didukung oleh efektivitas program pengendalian harga yang telah berjalan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut tidak memicu lonjakan harga. Untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, Gubernur Ansar turut menyerahkan bantuan alat pertanian dan sarana digital farming kepada kelompok tani.

Gubernur Ansar menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya sinergi antara Pemda, Bank Indonesia, BPS, dan Bulog dalam menghadapi dinamika ekonomi jelang akhir tahun. “Dengan kerja sama yang solid, Kepri akan semakin siap menghadapi dinamika ekonomi dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya, menegaskan bahwa stabilitas harga dan percepatan digitalisasi adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi Kepri.

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...