TERASBATAM.ID – Sosok Roslina (42), majikan terduga pelaku penganiayaan brutal terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) di Komplek Perumahan Golf Residence, Kelurahan Sukajadi, Batam, masih diselimuti misteri bagi perangkat rukun tetangga setempat. Informasi mengenai latar belakang dan status tempat tinggalnya sangat minim. Namun rumah yang dihuninya itu merupakan salah satu tempat lokasi kejahatan siber, Love Scamming oleh warga negara China yang sempat diungkap polisi beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) 06 RW 01 Kelurahan Sukajadi, Didik Heriyanto, pada Rabu (25/06/2025), Roslina yang tinggal di Perumahan Golf Residence Sektor 10 Nomor 40, tidak pernah tercatat melapor ke perangkat RT/RW sejak menempati rumah tersebut.
“Kita blank. Kita enggak tahu latar belakangnya, karena tidak pernah melapor. Memang enggak tahu background dia ini siapa. Di rumah itu siapa yang tinggal memang enggak tahu,” ujar Didik. Informasi yang beredar menyebut Roslina sebagai mantan branch manager bank swasta, namun status pernikahannya pun tidak jelas, dengan suaminya disebut berada di Jakarta atau bahkan Korea.
Didik menambahkan, rumah yang ditempati Roslina terkesan sepi dan minim aktivitas, meskipun di dalamnya diketahui memelihara banyak anjing, sekitar 12 ekor, yang mungkin terkait dengan bisnis pet shop atau cafe anjing yang dimilikinya.
Yang lebih mencurigakan, Didik menduga kuat rumah yang dihuni oleh Roslina itu masih menjadi milik jaringan pelaku kasus Love Scamming yang melibatian warga negara China yang dulu pernah ditangani kepolisian, dimiliki oleh sosok berinisial “A”.
“Saya yakin. Rumah itu masih miliknya si A itu. Ya, kasus yang melibatkan warga negara China dalam kasus Love Scamming itu lah. Aku yakin. Rumah itu masih (milik mereka),” tegas Didik.
Dugaan keterlibatan suaminya yang disebut sebagai penasihat hukum juga sempat membuat penjemputan Roslina oleh polisi sedikit tertunda, karena ia bersikeras meminta surat resmi penjemputan.
Menurut Didik, proses penjemputan Roslina oleh polisi yang semula alot dapat dilakukan setelah Ketua RW setempat menyampaikan bahwa situasi bakal tidak kondusif jika Roslina bertahan, karena kelompok warga yang memikiki hubungan kerabat dengan ART yang mendapat perlakukan tidak manusiawi olehnya dapat bertindak.


